Money Politic, Caleg PKS Ciamis Divonis 4 Bulan Penjara

133

RadarPriangan.com, CIAMIS – Calon Legislatif (Caleg) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dapil 1 Kabupaten Ciamis, AZ divonis bersalah oleh Hakim Pengadilan Negeri Ciamis, Rabu (8/5). Dalam sidang putusan tersebut, AZ divonis 4 bulan penjara dan denda Rp10 juta rupiah.

AZ merupakan anak dari anggota DPRD Provinsi, Didi Sukardi. AZ sendiri kedapatan melakukan money politic saat melakukan kampanye di salah satu sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Pawindan, Kecamatan Ciamis.

Dengan hukuman 4 bulan penjara dan denda Rp10 juta, ini merupakan vonis lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum, yang menuntut terdakwa 6 bulan penjara.

Jaksa Penuntut Umum, Yuliarti SH mengatakan, terdakwa AZ melanggar pasal 251 Jo 280 ayat 1 huruf H, UU No 7 tahun 2017. Dengan bunyi, melakukan kampanye di tempat yang dilarang, yaitu di lembaga pendidikan.

“Tuntutan majelis hakim kepada terdakwa yaitu, 4 bulan kurungan penjara dan denda Rp10 juta rupiah,” kata Yuliarti, saat di temui di Pengadilan Negeri Ciamis (9/5)

Yuliarti menjelaskan, keputusan ini akan dibawa ke rapat pleno sentra Gakumdu, untuk menimbang kembali apakah jaksa penuntut umum akan menerima putusan atau melakukan hukum banding.

“Nanti kita akan plenokan dulu, karena sudah terbukti dakwaan tunggal, terlebih tuntutan awal kami, 6 bulan penjara dengan denda Rp10 juta rupiah, namun divonisnya hanya 4 bulan penjara saja,” jelasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Provinsi Jabar dan juga Ayah terdakwa, Didi Sukardi mengatakan, ini merupakan kado terambat berat baginya. Karena di tanggal 8 Mei 2019, Dirinya menginjak usia 47 tahun. Anaknya yang dicintai bertepatan dengan hari ulang tahunnya itu divonis 4 bulan penjara, karena gara-gara money politic.

“Ini kado yang sangat berat sekali, anak saya divonis 4 bulan penjara dengan denda Rp10 juta rupiah. Ini sama sekali tidak adil, dalam sejarah Pemilu di Ciamis, Bawaslu Ciamis baru 1 menemukan pelanggaran terkait money politic dan itu anak saya, kemudian langsung divonis 4 bulan penjara,” katanya.

Didi menerangkan, padahal saat Pilkada 2018 lalu, ada kasus serupa yakni money politic di Kabupaten Ciamis, namun itu tidak sampai dijatuhkan vonis, tetapi hanya dihukum masa percobaan.

“Kita sangat menghormati hukum, namun kita juga menginginkan adanya keadilan. Dengan kasus sepele, berupa kampanye di lembaga pendidikan. Di saat yang sama juga di luar sana banyak sekali pelanggaran money politic, tetapi Bawaslu hanya menindak anak saya saja,” terangnya.

Didi menambahkan, dengan adanya Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Pihaknya sangat mengapreasi kinerja Bawaslu, karena selama Pemilu 2019, Bawaslu hanya mendapatkan pelanggaran 1 terkait money politic.

“Kasus anak saya ini bukan dari hasil laporan masyarakat, tetapi ini temuan Bawaslu Kabupaten Ciamis. Ini kinerja yang bagus, karena sejak anak saya mengikuti pelaksanaan kampanye, kemana-mana anak saya selalu diintip oleh Bawaslu, saya sangat mengapreasi kinerja Bawaslu,” pungkasnya. (mg2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here