Minggu, Jemaah Bertolak ke Makkah

72
Kepala Daerah Kerja Madinah Akhmad Jauhari

Waspadai Kejahatan, Sembilan Hari Arbain di Masjid Nabawi

RadarPriangan.com, JAKARTA – Jemaah haji Indonesia mulai berdatangan di Kota Madinah Al Munawarah. Dan direncanakan selama sembilan hari sejak kedatangan, mereka mulai melaksanakan salat Arbain di Masjid Nabawi. Sementara, untuk keberangkatan ke Makkah diagendakan 14 Juli berdasarkan ketentuan embarkasi.

Kepala Daerah Kerja Madinah Akhmad Jauhari, berpesan kepada jemaah yang hendak beribadah ke Masjid Nabawi agar tidak membawa uang dalam jumlah berlebihan. “Sebelum jemaah tiba kita sudah melakukan sosialisasi kepada jemaah utamanya bagaimana jemaah bisa melakukan pengamanan diri. menjaga barang-barang secara mandiri,” ujar Jauhari.

Jangan pula, lanjut dia,jemaah merasa bahwa di tanah suci tidak ada praktik kejahatan. “Yang namanya kejahatan itu di mana pun ada, termasuk di Masjid Nabawi, apalagi di tengah kerumunan orang banyak, potensi itu selalu ada,” ujarnya.

Ia juga mengimbau jemaah agar tidak mudah percaya kepada orang yang belum dikenal, kecuali petugas dibekali dengan seragam, baju, rompi, topi, dan menggunakan tanda pengenal (id card). “Atribut id card ini harus selalu melekat di petugas, kalau ada orang yang memakai pakaian seragam tapi tidak pakai atribut perlu diwaspadai,” imbau Jauhari.

Menurutnya, id card menjadi pelengkap yang mutlak bagi petugas haji karena melalui id cad, jemaah dapat mengenali bahwa yang bersangkutan adalah petugas yang tergabung dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1440 H/ 2019M.

Jemaah juga diimbau agar selalu waspada ketika ada seseorang menawarkan jasa penitipan barang dan jemaah disarankan untuk tidak keluar hotel sendirian. “Ketika sendirian, akan menjadi sasaran orang-orang yang akan melakukan niat jahat,” imbuhnya.

Begitu juga dengan perhiasan, ia mengimbau jemaah haji agar tidak menggunakan perhiasan yang mengundang terjadinya kejahatan. “Lebih baik, perhiasannya disimpan saja,” terangnya.

Disinggung soal pemberangkatan ke Makkah, Jauhari mengatakan, dari agenda yang ada dilakukan pada tanggal 14 Juli mendatang. Adapun jemaah haji yang pertama diberangkatkan adalah jamaah haji yang tergabung dalam embarkasi Surabaya kloter 1 (SUB 1), embarkasi Batam kloter 1 (BTH 1) dan jemaah dari embarkasi Batam kloter 2 (BTH 2).

Akhmad Jauhari mengatakan bahwa jemaah dari 3 kloter tersebut akan diberangkatan menuju kota Makkah Al Mukaramah setelah menyelesaikan salat arbain dan melaksanakan ziarah ke situs-situs bersejarah di kota Madinah Al Munawarah.

“Persiapan selanjutnya adalah penyiapan dokumen, dokumen (paspor-red) yang selama ini disimpan oleh muassasah, H-3 pemberangkatan harus dilakukan pengecekan dokumen,” ujar Jauhari.

Hal ini dilakukan agar seluruh dokumen jemaah haji embarkasi SUB 1 dan BTH 1 dan 2 sudah lengkap dan dikelompokkan sesuai rombongan. “Kalau ada satu jemaah yang dokumennya belum siap maka jemaah itu tidak bisa diberangkatkan pada hari tersebut,” imbuh Jauhari.

Ia menambahkan bahwa pengecekan dokumen dilakukan di kantor muassasah adillah oleh para ketua kloter, dan didampingi PPIH. Terkait penyiapan transportasi untuk tiga hari pertama pemberangkatan jemaah haji Indonesia ke Makkah, PPIH Arab Saudi telah berkoordinasi dengan pihak naqobah terkait jumlah bis yg akan digunakan untuk mengangkut jemah.

Jauhari juga mengatakan bahwa dalam proses pemberangkatan jemaah dari Madinah ke Makkah, pihaknya senantiasa berkoordinasi dengan daerah kerja Makkah. “Agar teman-teman di Makkah sudah bisa melakukan (persiapan, red) penyambutan,” pungkasnya. (ful/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here