Meski tak Masuk Parlemen, PBB, PKPI dan PSI Tetap Diistimewakan

102
Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra disebut-sebut akan kembali menduduki jabatan Menkumham di kabinet Jokowi-Ma'ruf.(dok. jpc)

RadarPriangan.com, JAKARTA -Tiga partai pendukung Jokowi-Maruf Amin yakni PBB, PKPI maupun PSI tentu tidak banyak berharap terhadap kursi di Kabinet Indonesia Kerja (KIK) jilid kedua. Tapi diyakini, tiga parpol ini tetap mendapat tempat istimewa, sejalan dengan perjuangan yang dilakukan.

Pengamat politik Maruli Hendra Utama memprediksi, Jokowi-Maruf Amien akan mempertimbangkan perjuangan ketiga parpol ini, dibandingkan parpol yang telah berseberangan dengannya pada Pilpres lalu.

“Kompromi politik yang dikedepankan. Itu dulu. Toh, barisan kabinet, beda pola kerjanya di parlemen. Di sini ada hutang budi yang sudah tertanam,” ujar mantan Aktivis 98 itu, Rabu (3/7).

Dan rasanya, sambung Dosen Sosiologi Universitas Lampung itu, baik di PBB, PKPI maupun PSI ada sosok ketokohan yang tidak bisa diindahkan oleh Jokowi. “PBB ada Yusril, PKPI ada Hendro Priyono, sementara PSI ada ketumnya yang sejak awal gigih memperjuangkan pasangan ini. Hitungan-hitungan ini yang membedakan dengan Partai Demokrat, PAN maupun Gerindra jika memang hendak berkoalisi,” paparnya.

Ya, di tengah kondisi saat ini, partai pendukung yang tidak lolos parlemen pun masih berharap mendapat posisi strategis dalam pemerintahan lima tahun mendatang. Namun, mereka hanya bisa pasrah dengan keputusan Jokowi.

PBB, misalnya partai yang memutuskan mendukung JokowiMaruf di waktu-waktu akhir pun berharap mendapatkan jatah kursi di kabinet.

Sekjen PBB Afriansyah Noor mengatakan, pengisian kabinet merupakan hak prerogratif presiden terpilih. “Kami serahkan sepenuhnya kepada Pak Jokowi,” teganya, kemarin (3/7).

Namun, kata dia, jika PBB diajak bergabung dalam kabinet, pihaknya sangat siap. Banyak kader PBB yang siap menjadi pembantu presiden, terutama Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra.

Menurut dia, Yusril mempunyai pengalaman panjang dalam pemerintahan. Dia juga paham terkait persoal hukum dan tata negara.

“Pak Yusril pas jadi Menkumham,” tutur dia.

Yang jelas, tuturnya, partainya tidak mengajukan nama ke Presiden Jokowi. Tapi jika diminta, maka nama kader PBB siap diserahkan kepada presiden terpilih.

PKPI juga mempunyai sikap yang sama. Sekjen PKPI Verry Surya Hendrawan mengatakan, partainya mendukung Jokowi secara penuh dalam pilpres. Dukungan itu diberikan tanpa syarat. Artinya, kata dia, dalam pembentuakn kabinet sepenuhnya diserahkan kepada presiden terpilih.

Tapi, lanjut dia, jika partainya mendapatkan kepercayaan menjadi pembantu presiden, tentu pihaknya sangat bersyukur.

“Kami juga sangat siap membantu presiden dalam kabinet,” tutur dia. Banyak kader PKPI yang siap masuk kabinet. Tentu, partainya akan mengajukan kader terbaiknya.

Verry mengatakan, Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono merupakan kader terbaik yang siap menjadi presiden. Diaz kaya pengalaman. Selain politisi, dia juga pernah menjadi komisaris di salah satu perusahaan BUMN.

Dia juga menjadi staf khusus presiden. Dari segi pendidikan, anak AM Hendropriyono itu juga tidak perlu diragukan lagi.

“Ingat lho, Mas Diaz meraih tiga gelar master dari Amerika. Jadi, beliau sebagai kader terbaik yang kami ajukan,” ucapnya.

Partai Perindo juga siap jika diminta Jokowi masuk kabinet. Sekjen Partai Perindo Ahmad Rofiq mengatakan, pada prinsipnya Perindo tidak menyodorkan nama, karena menteri merupakan hak penuh presiden. Namun, jika diminta nama, maka partainya akan menyiapkan kader terbaik.

Yang jelas, kata dia, Partai Perindro akan tetap mendukung pemerintahan Jokowi secara maksimal, baik diminta atau tidak. Hal itu sudah menjadi komitmen partainya sejak Perindo mendeklarasikan diri bergabung dalam koalisi Jokowi-Maruf.

Sementara itu, PSI menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi. Raja Juli Antoni, sekjen PSI mengatakan, Jokowi tahu siapa para pembantunya yang terbaik. Menurut dia, partainya mengembangkan politik tahu diri, sebab PSI tidak mempunyai kekuatan politik di DPR untuk memback-up pemerintahan Jokowi.

Dengan begitu, partainya tidak pada posisi mengusulkan kader jadi menteri. Jika diminta tentu PSI sangat tersanjung. “Tapi ada baiknya di politik, kita lebih realistis dan tidak banyak menghayal,” pungkasnya.(lum/ful)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here