Meski Sudah Cabut Pernyataan, Bawaslu tetap Panggil AKP Sulman

132
Bawaslu Garut diagendakan memanggik AKP Sulman Azis untuk mengklarifikasi pernyataan awal soal dugaan tidak netralnya kepolisian Garut pada pilpres. (IQBAL GOJALI/RADAR GARUT)

RADARPRIANGAN.COM, GARUT – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Garut mengirimi mantan Kapolsek Pasirwangi AKP Sulman Aziz surat pemanggilan untuk mengklarifikasi ucapannya pada Minggu (31/3) di Jakarta. Surat tersebut dikirimkan Bawaslu Selasa (2/4) dan dijadwalkan untuk hadir pada Kamis ini (4/4).

“Bawaslu mengagendakan surat pemanggilan kepada mantan Kapolsek Pasirwangi. Kami akan melakukan klarifikasi terkait pernyataan pertama (tudingan polisi tak netral) dan pernyataan kedua (pencabutan pernyataan polisi tak netral),” kata Komisioner Bawaslu Bidang Penindakan Asep Nurjaman.

Asep menyebut bahwa penelusuran sangat perlu dilakukan terkait dugaan institusi kepolisian tidak netral dalam Pemilu 2019, khususnya di Garut. Dalam surat pemanggilan sendiri, isinya untuk klarifikasi pernyataan pertama yang sudah banyak ditulis media dan menjadi konsumsi publik.

Ia juga mengatakan bahwa klarifikasi tersebut masih awal. Pemanggilan yang dilakukan Bawaslu Garut pun baru kepada mantan Kapolsek Pasirwangi AKP Sulman Aziz.

“Kami ingin mencari tahu kaitannya soal pernyataan yang bersangkutan,” ucapnya.

Selain itu, Asep juga menjelaskan bahwa meski AKP Sulman Aziz telah melakukan pencabutan pernyataan di Mapolda Jabar, hal tersebut tidaklah berpengaruh karena pihaknya fokua pada pernyataan awal.

“Dalam pernyataan awalnya menyebut bahwa kepolisian di Garut memihak salah satu calo  presiden,” katanya.

“Jadi tetap saja tentunya harus ada klarifikasi walau yang beraangkutan sudah mencabut pernyataan dan kami akan menjalankan tugas untuk menelusuri informasi pertama yang dibuat itu,” jelasnya.

AKP Sulman Aziz sendiri diagendakan untuk dipanggil ke Kantor Bawaslu Garut pada Kamis (4/4). Nantinya, keterangan dari AKP Sulman Aziz menurut Asep akan menjadi pertimbangan Bawaslu dalam menyikapi kasua tersebut.

Sebelumnya sendiri, AK Sulman Aziz membuat pernyataan yang menghebohkan masyarakat pada Minggu (31/3) di Jakarta. Ia menyebut bahwa Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna meminta para kapolsek jajaran Polres Garut untuk mendukung salah satu calon presiden.

Selang sehari setelah memberikan pernyataan yang menghebohkan, AKP Sulman Aziz menarik pernyataannya itu di Mapolda Jabar, Senin (1/4).

Ia mengaku tengah emosi saat memberikan pernyataan di Jakarta karena dimutasi dari jabatan lama sebagai Kapolsek Pasirwangi menjadi Kanit 1 Sigar Subdit Gakkum Ditlantas Polda Jabar.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Garut, mengaku bahwa pihaknya baru memiliki video rekaman pengakuan AKP Sulman Aziz di kantor Lokataru, Jakarta. Untuk bukti lainnya, Bawaslu Garut mengaku belum memilikinya.

“Kita baru punya bukti video rekaman pengakuan AKP Sulman Aziz saja ketika melakukan press converence di kantor Lokataru Jakarta. Itu juga kan banyak tersebar di sejumlah media. Baru itu saja,” kata Komisioner Bawaslu Kabupaten Garut, Ahmad Nurul Syahid, Rabu (3/4) di kantornya.

Ia menyebut bahwa pihaknya sama sekali belum memiliki rekaman video yang isinya tentang arahan Kapolres Garut kepada para Kapolsek untuk mendukung salah satu calon presiden.

“Todal ada video itu. Yang kita punya ya video pengakuan saat di Lokataru,” katanya.

Dengan berbekal video pengakuan AKP Sulman Aziz di Jakarta, disebutnya, Bawaslu Garut akan menggali informasi dari pernyataan. Ia pun tidak menampik akan memanggil Kapolsek lainnya di Kabupaten Garut meski AKP Sulman Aziz sudah menarik pernyataannya di Mapolda Jabar.

“Pengakual awal dari AKP Sulman Aziz dilakukan saat rapat. Ini artinya ada peserta lain (para Kapolsek) saat rapat,” ucapnya.

Untuk pemeriksaan Kapolres Garut, Ahmad menyebut Bawaslu Garut belum mengarah kesana. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here