Menhub: Reaktivasi Jalur KA Cibatu-Garut Selesai Akhir 2019

114
Kunjungan tiga menteri kabinet kerja, Menteri Keuangan, Perhubungan, dan Pariwisata di Banyuresmi, Jumat (26/4). (IQBAL GOJALI/RADAR GARUT)

RadarPriangan.com, GARUT – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut bahwa program reaktivasi jalur kereta api Cibatu-Garut akan selesai akhir 2019. Jalur tersebut kemudian akan mulai bisa digunakan para Februari 2020 dan di tahun tersebut akan melaukan reaktifasi jalur kereta api Garut-Cikajang.

“Investasi di sekitar Rp300-400 miliar di satu jalur itu saja, Garut saja. Garut paling awal, paling oke Garut. Berikutnya kita akan (lakukan reaktivasi) yang Ciwidey, Padalarang,” kata Budi, Jumat (26/4) di Objek Wisata Situ Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut.

Untuk pola pembiayaan yang dilakukan dalam proses reaktivasi terabut, menurutnya bermacam-macam. Ada yang pole pembiayaan dari PT KAI, APBN, korporasi, dan KPBU (kerjasama pemerintah dan badan usaha).

“Yang kedua sudah dilakukan juga yang dari Cianjur menuju Padalarang itu kurang lebih Rp300 miliar. Yang agak banyak nanti memang Ciwidey Kertajati karena beberapa dibutuhkan penguasaan tanah. Kita harapkan program ini akan berlangsung dalam satu sampai lima tahun,” jelasnya.

Setelah progres lima tahun tersebut, diharapkan kemudian bisa ke Padalarang 3 jam dari Bandung, juga dari Sukabumi ke Yogyakarta tanpa harus terlebih dahulu ke Jakarta. 

“Dari Bogor maupun Sukabumi kita juga bisa dari Bandung ke Kertajati tidak saja menggunakan tol, tetapi bisa menggunakan kereta api. Kita juga bisa dari Bandung ke Ciwidey tempat yang indah. Dengan demikian, distribusi kebangkitan ekonomi itu tidak terjadi di kota-kota saja tetapi di kota-kota lainnya di Jawa Barat ini terjadi,” ungkapnya

Dalam proses reaktivasi sendiri, diakuinya hal yang paling sulit adalah pembebasan tanah. Hingga saat ini sendiri, diakui Budi untuk pembebasan tanah sudah mencapai 70 persen. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here