Mendesak, Petugas Haji Ditambah

133
Mendesak penambahan petugas haji seiring adanya penambahan kuota haji bagi Indonesia. (istimewa)

Untuk Personel TKHI, TPHI, dan TPIHI

RadarPriangan.com, JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) terus mengupayakan supaya tambahan kuota haji 10 ribu kursi bisa terealisasi tahun ini. Diantara yang mereka siapkan adalah petugas haji baru. Dikarenakan mendesak, petugas tambahan bakal diambil dari petugas haji periode 2018 yang berkinerja baik.

Direktur Bina Haji Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Khirizi H. Dasir menuturkan waktu yang tersedia hingga dimulainya musim haji terbatas. “Maka rekrutmen petugas tidak akan dilakukan dengan cara seleksi,” katanya di komplek asrama haji Pondok Gede Jakarta kemarin (21/4).

Sebagai gantinya Kemenag akan meminta kepala Kantor Wilayah Kemenag provinsi dan kepala bidang (kabid) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) utnuk mengidentifikasi petugas tahun lalu lalu yang berkinerja baik. Kemudian ditetapkan untuk disertakan kembali menjadi petugas.

Khoirizi menuturkan dengan adanya tambahan 10 ribu kursi tersebut, diperkirakan minimal ada 25 kloter baru. Dimana setiap masing-masing krloter itu ada dua orang tenaga kesehatan haji Indonesia (TKHI), seorang tim pemandu haji Indonesia (TPHI), dan seorang tim pembimbing ibadah haji Indonesia (TPIHI).

Dengan demikian maka tambahan kuota 10 ribu kursi itu membuat Kemenag harus menyiapkan 125 orang ptugas tambahan yang menempel pada setiap kloter. Dia menegaskan Kemenag hanya akan menambah persoenel petugas haji kloter. Sementara untuk petugas haji non kloter tetap seperti sebelumnya.

Di tempat yang sama Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher Parasong mengatakan penambahan petugas yang ada di tiap-tiap kloter itu bersifat mutlak. Menurut dia pemerintah bersama parlemen memiliki kesiapan yang cukup baik untuk menerapkan penambahan kuota tersebut tahun ini.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga mengatakan Komisi VIII siap menggelar rapat kerja dengan pemerintah untuk membahas penambahan kuota haji tersebut. Rencananya rapat itu akan digelar pada Selasa besok (23/4).

“Meskipun kami sedang dalam masa reses, tapi karena hal ini menyangkut kebutuhan umat dan mendesak. Maka tetap akan kita laksanakan raker,” tutur dia.

Lebih lanjut Ali menuturkan dalam rapat tersebut akan dibahas alternatif-alternatif yang paling memungkinkan untuk diambil. “Apakah (tambahan kuota, red) itu bisa tahun ini berangkat, ataukah tahun yang akan datang,” jelasnya.

Meskipun begitu dia menegaskan parlemen berharap penerapan tambahan kukota itu dapat dilaksanakan pada musim haji tahun ini. Sehingga dapat memangkas masa tunggu atau waiting list calon jamaah haji. Namun dia kembali mengatakan eksekusi penambahan itu perlu mempertimbangkan kesiapan dari semua lini. Supaya tidak terkesan dipaksakan dan mengakibatkan penurunan kualitas pelayanan. (rls/ful/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here