Marak Kasus Pencabulan dalam Keluarga, Kodim Garut Ambil Langkah

113
Kodim 0611/Garut melakukan pembinaan kepada siswa sekolah guna mengantisipasi kasus amoral yang marak terjadi di keluarga sendiri. (IQBAL GOJALI/RADAR GATUT)

RadarPriangan.com, GARUT – Kasus pencabulan ayah terhadap anak di Kabupaten Garut saat ini kondisinya dianggap cukup memprihatinkan. Dalan beberapa pekan ini, setidaknya dua kasus menonjol terjadi di mana dua orang anak mengalami kehamilan akibat aksi pencabulan tersebut.

Komandan Kodim 0611 Garut, Letkol Infanteri Asyraf Aziz mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Ia pun menyebut akan ambil bagian untuk mencegah dan meminimalisasi kejadian serupa kembali terjadi.

“Ada beberapa langkah yang sudah kita siapkan, mulai pembinaan keluarga hingga pelajar di sekolah. Untuk yang pelajar kita sudah melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Garut begitu kasus pencabulan terhadap anak muncul,” ujarnya, Minggu (14/7).

Ia menyebut, program yang digagasnya melibatkan anggota TNI yang bertugas di seluruh Koramil agar membina masyarakat dan pelajar. Namun ia menyebut titik fokus program dilakukan kepada pelajar, khususnya SMP dan SMA. Hal itu menurutnta harus dilakukan karena rentang usianya ada pada masa transisi dari remaja menuju dewasa.

Asyraf juga mengungkapkan, pihaknya juga merasa harus ambil bagian karena hal tersebut melihat generasi muda sebagai calon penerus bangsa. “Diluar itu tentunya kita melihat dari sisi ketahanan wilayah dari sisi ketahanan keluarga,” ungkapnya.

Jika menilik persoalan kasus pencabulan yang terjadi, menurutnya ada beberapa faktor yang menjadi penyebab utamanya. Apalagi pada salah satu kasus, korban dicabuli ayah kandungnya selama bertahun-tahun dan baru terungkap setelah hamil dan melahirkan.

“Persoalan ini berkaitan dengan sosial, ekonomi, dan pribadi korban. Bagaimana selama ini kondisi lingkungannya sehingga tidak mau cerita. Bagaimana juga kondisi kepribadian anak, kenapa tertutup dengan apa yang dialaminya,” jelasnya.

Selain menurunkan anggotanya, Dandim juga mengaku akan menggandeng tokoh agama dan masyarakat dalam menyikapi persoalan tersebut.

“Masing-masing tentu harus berperan agar kasus serupa tidak kembali terjadi di Kabupaten Garut. Jangan apatis dengan apanyang terjadi, semua harus peduli,” katanya. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here