Mantan Ketum Diciduk, PPP Garut Tetap Pede

223

RADARPRIANGAN.COM, GARUT – Ditangkapnya mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy oleh KPK, tidak membuat para calon anggota legislatif Kabupaten Garut dari PPP merasa khawatir. Hal tersebut diungkapkan Sekertaris PPP, Beben Ridwan, kepada wartawan, kemarin (19/3).

Menurutnya, kasus tersebut dinilai tidak akan berpengaruh pada elektabilitas PPP di Pemilu 2019 menurun Karena kasus tersebut merupakan kasus pribadi, dan tidak ada hubungannya dengan partai.

Sehingga, PPP masih percaya diri memperoleh hasil maksimal pada Pemilu 2019 bulan april mendatang.

“Ya kan kita tahu kasus itu sifatnya pribadi. Makanya kasus yang menjerat Romahurmuziy atau dikenal dengan sebutan Rommy, tentunya tidak akan mengganggu atau berpengaruh pada elektabilitas partai, maupun para calon legislatif dari Partai PPP yang ada di Kabupaten Garut,” kata Beben.

Ia menyebut, PPP sudah terbiasa diterjang permasalahan menjelang pemilu seperti pada pemilu tahun 2014 lalu, mantan Ketua Umum PPP Suryadarma Ali terjerat kasus korupsi.

Namun, masalah itu tidak berpengaruh pada elektabilitas, serta perolehan kursi PPP di DPRD Kabupaten Garut.

“Pada tahun 2014, meskipun mantan Ketua Umumnya terjerat kasus, partai PPP menang suara terbanyak kedua. Makanya suara PPP tidak akan berpengaruh dengan kasus tersebut,” ujarnya.

Beben menegaskan, justru dengan adanya kasus ini, para calegdan simpatisan PPP akan lebih fokus bekerja untuk perolehan kursi lebih banyak pada pemilu 2019, baik di tingkat Kabupaten, Provinsi maupun suara nasional.

“Kasus yang menjerat mantan Ketua Umum PPP, merupakan kasus pribadi, bukan dosa warisan terhadap partai,” katanya.

Sementara itu, salah seorang caleg dari PPP, Dadan Gunawan, dari dapil II Garut, menambahkan, untuk elektabilitas caleg tergantung pada usaha caleg itu sendiri dilapangan dalam meyakinkan pemilih.

Oleh karena itu, dia menilai, kasus dugaan suap yang menjerat Romahurmuziy tidak bakal berpengaruh pada dirinya.

Masyarakat juga dinilai tidak mempertimbangkan partai dalam memilih caleg. Dengan demikian kasus yang terjadi di PPP tingkat pusat tidak akan berimbas ke pilihan masyarakat.

“Masyarakat itu akan melihat figur caleg, bukan partai,” katanya.

Oleh karenanya, Dadan tetap fokus bekerja keras untuk meningkatkan elektabilitasnya, seperti menampung aspirasi masyarakat di lapangan.

Ia pun menjelaskan, PPP sudah memberhentikan Romahurmuziy sebagai Ketua Umum PPP. (erf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here