Mantan Kapolda Metro Jaya Sofyan Jacob Jadi Tersangka Makar

139
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono (FIN)

RadarPriangan.com, JAKARTA– Mantan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol (purn) Mochammad Sofyan Jacob ditetapkan sebagai tersangka makar oleh Polda Metro Jaya. Penetapan tersangka Kapolda Metro Jaya periode 2001 itu terkait laporan di Bareskrim Polri.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Argo Yuwono membenarkan hal tersebut. Menurutnya penetapan tersangka Sofyan Jacob telah dilakukan pada Rabu (29/5) usai tim penyidik melakukan gelar perkara.

“Kemarin Rabu, 29 Mei kami sudah gelar perkara. Dari hasil gelar perkara statusnya (Sofyan Jacob) kami naikkan menjadi tersangka,” katanya Argo Yuwono di Jakarta, Senin (10/6).

Dijelaskan Argo, sebelum melakukan gelar perkara, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk Sofyan.

“Jadi gini, itu adalah laporan pelimpahan dari Bareskrim yang sudah kami lakukan penyidikan. Kemarin kami melakukan pemeriksaan saksi-saksi, kemudian yang bersangkutan juga sudah dilakukan pemeriksaan saksi,” ujar Argo.

Dari hasil pemeriksaan saksi dan gelar perkara, Sofyan diduga kuat telah melakukan tindakan makar atas ucapannya dalam sebuah rekaman video.

“Bukti makar, ada ucapan dalam bentuk video,” ucap Argo.

Sayangnya, Argo tak memerinci ucapan seperti apa yang dilontarkan Sofyan dalan video itu.

“Saya enggak lihat videonya. Akan tetapi, penyidik lebih paham, lebih tahu, penyidik sudah mengumpulkan bukti. Namanya sudah menetapkan sebagai tersangka berarti sudah memenuhi unsur,” tutur Argo

Sebelumnya, Sofyan menjadi terlapor di Bareskrim Polri yang dilayangkan seseorang.

“Ada satu laporan di Mabes Polri yang terlapornya banyak itu, ya, termasuk bapak itu (Sofyan Jacob),” ucap Argo.

Argo juga mengatakan pihaknya masih terus mendalami kasus yang melibatkan Sofyan Jacob. Apakah ada keterkaitan kasus Sofyan dengan kasus-kasus dugaan makar lainnya.

“Tentunya ada berbagai macam kelompok yang melakukan kegiatan makar di situ ya, nah itu sedang kita lakukan pemeriksaan saksi yang lain di situ,” kata Argo.

Argo menambahkan seharusnyam Sofyan diperiksa Senin (10/6) di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pukul 10.00 WIB. Namun, dia berhalangan lantaran sakit. Penyidik pun akan menjadwalkan ulang pemeriksaan Sofyan.

Sementara itu, Kuasa Hukum Sofyan Jacob, Ahmad Yani, menyampaikan surat permohonan penundaan pemeriksaan kliennya ke Polda Metro Jaya. Ia mengatakan kliennya siap hadir jika pemeriksaan diagendakan menjadi pekan depan.

Tadi suratnya kami antar ke penyidik. Penjadwalan ulangnya tergantung penyidik kapan, ujarnya.

Sofyan disangka melanggar Pasal 107 KUHP dan/atau 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP dan/atau Pasal 14 Ayat (1) dan Ayat (2) dan/atau Pasal 15 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Dia diduga melakukan kejahatan terhadap keamanan negara atau makar, menyiarkan suatu berita yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat, atau menyiarkan kabar yang tidak pasti.

Untuk diketahui, Sofyan Jacob menjabat Kapolda Metro Jaya pada tahun 2001. Tepatnya dilantik pada 8 Mei 2001 dan berhenti menjabat pada 18 Desember 2001.

Sofyan Jacob merupakan sosok orang yang berperan besar dalam penangkapan Tommy Soeharto akhir November 2001. Bahkan, dia pun tak segan memerintahkan anak buahnya tembak di tempat jika putra kesayangan mantan Presiden Soeharto itu melakukan perlawanan.

Perintah tegas itu dikeluarkan karena saat itu Tommy yang berstatus buron diduga kuat membawa senjata api.

Buku berjudul ‘100 Tokoh Terkemuka Lampung, 100 Tahun Kebangkitan Nasional’ yang ditulis Heri Wardoyo dkk, disebutkan Sofyan lahir di Tanjungkarang, Lampung, pada 31 Mei 1947.

Sofyan merupakan alumni SMAN Tanjungkarang angkatan 1967 dan alumni Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) Kepolisian tahun 1970.

Sofyan mengawali karir kepolisian sebagai Polisi Perairan dan Udara. Lalu menempati jabatan-jabatan kapolres di sejumlah wilayah di Sumatera Utara seperti, Kapolres Tapanuli Selatan, Kapolres Asahan, Kapolres Simalungun, Kapolres Deli Serdang, dan Kapoltabes Medan.

Pada 2001, Sofyan menjabat Kapolda Metro Jaya menggantikan Inspektur Jenderal Mulyono Sulaeman. Sebelumnya menajabat kapolda Metro Jaya, Sofyan lebih dulu menjadi Kapolda Sulawesi Selatan.

Jabatan Kapolda Metro Jaya hanya dipegang Sofyan selama tujuh bulan. Dilantik pada 8 Mei 2001, lantas berhenti pada 18 Desember 2001. Pada masa itu pula, dia pernah diduga melakukan insubordinasi atau pemberontakan terhadap perintah atasan.

Pada 2011, Sofyan juga pernah terjerat kasus. Dia dilaporkan lantaran mengancam petugas satpam Perum Taman Resort Mediterania, Jakarta Utara, bernama Sugeng Joko Sabiran.

Pada 2019, Sofyan bersama para purnawirawan Polri dan TNI masuk kubu pendukung Prabowo. Sofyan juga beberapa kali hadir dalam rapat tim Prabowo-Sandi yang digelar di Kertanegara 4. Salah satunya, saat rapat pada 22 Mei 2019.(mhf/gw/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here