Loko Mutiara Selatan Mogok di Tasikmalaya

103
Kereta api Mutiara Selatan mengalami mogok di bagian lokomotifnya, sehingga perjalanan terlambat selama tiga jam untuk sampai Stasiun Tasikmalaya. (IQBAL GOJALI/RADAR PRIANGAN)

RadarPriangan.com, GARUT – Sebuah Kereta Api (KA) Mutiara Selatan diketahui mengalami masalah di bagian lokomotifnya saat hendak menuju Bandung dari Malang, Kamis (16/5). Akibatnya, kereta tersebut mogok di Kampung Walagar, Desa Kamulyaan, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tesikmalaya.

Salah seorang pengawal gerbong barang KA Mutiara Selatan, Joko Kopra, 30, menyebut bahwa kereta mulai berhenti sekitar pukul 06.00.

“Sebelum berhenti total sempat terlihat asap pekat mengepul dari lokomotif dan tercium bau asap campur oli. Ada kebakaran di lokomotif,” ujarnya, Kamis (16/5).

Sejak asap mengepul, lanjut Joko, kecepatan kereta terus menurun hingga akhirnya kemudian berhenti total tak bergerak. Sebagian penumpang saat itu ada yang turun. Namun ia memastikan meski ada kejadian itu, tidak ada satu orang pun yang menjadi korban jiwa maupun luka.

Kereta kemudian baru bisa dievakuasi ke Stasiun Tasikmalaya sekitar pukul 09.13, setelah ditarik menggunakan lokomotif bantuan. Hingga Kamis siang, lokomotif KA Mutiara Selatan masih terlihat berada di Stasiun Tasikmalaya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Kota Tasikmalaya Syaeful Mukmin menyebut bahwa gerbong penumpang KA Mutiara Selatan sudah dibawa oleh lokomotif bantuan yang didatangkan dari Stasiun Cibatu, Kabupaten Garut. Untuk lokomotif KA Mutiara Selatan yang mengalami kerusakan, hingga saat ini masih berada di Stasiun Tasikmalaya.

“Kita belum tahu akan dibawa ke mana lokomotif yang rusak itu. Belum ada perintah akan dibawa ke Bandung atau ke Jogja,” katanya.

Syaeful mengaku belum mengetahui pasti penyebab terbakarnya lokomotif tersebut. Ia mengaku hanya tahu bahwa kereta itu ada gangguan di bagian lokomotifnya saja.

“Kita dapat laporan dari Stasiun Awipari terkait gangguannya itu lokomotif,” ucapnya.

Akibat gangguan pada bagian lokomotif KA Mutiara Selatan itu, sejumlah penumpang yang seharusnya turun di Stasiun Tasikmlayan memilih turun di lokasi kereta mogok. Untuk penumpang yang melanjutkan perjalanan ke Bandung, terpaksa harus tertunda perjalannya hingga tiga jam.

“KA Mutiara Selatan seharusnya tiba di Stasiun Tasikmalaya pada pukul 05.31, namun akibat insiden itu, KA Mutiara Selatan baru tiba di Stasiun Tasikmalaya 240 menit dari jadwal semula. Kita sudah mengumumkan adanya keterlambatan dan memberikan service recovery ke penumpang Mutiara Selatan,” jelasnya.

Selain berdampak pada perjalanan KA Mutiara Selatan, kejadian tersebut juga membuat sejumlah kereta lainnya mengalami keterlambatan karena mogoknya di jalur tunggal. Namun menurutnya hal tersebut tidak terlalu signifikan, karena yang terganggu adalah KA Pasundan dan Serayu dengan tujuan Pasar Senen, Jakarta. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here