Lewat MK, Rusuh Jangan Terulang!

35
Jokowi dan Prabowo akrab saat debat capres. (jawapos.com)

Ada Titik Terang Pertemuan Prabowo dan Jokowi

RadarPriangan.com, JAKARTA – Ketegangan pasca penetapan rekapitulasi hasil pemilu serentak tahun ini terus mereda. Sudah tidak ada lagi aksi massa serupa Selasa (21/5) dan Rabu (22/5) di jalanan ibu kota. Di antara elite, pintu rekonsiliasi semakin terbuka.

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi pertemuan JK dengan Prabowo. Pertemuan tersebut diharapkan mencairkan suasana politik tanah air yang memanas. Bahkan jika memungkinkan, pria yang biasa dipanggil Bamsoet itu berharap dalam waktu dekat ini bisa dilanjutkan pertemuan antara Prabowo dengan Jokowi.

“Silaturahim para elite politik sangat bagus untuk meneduhkan kondisi para pendukung masing-masing,” terangnya, Jumat (24/5).

Jika elite bisa bersikap hangat dan saling menghormati satu sama lain, sambung Bamsoet, maka pendukung di bawah juga akan meneladani. Legislator Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen itu juga mengapresiasi langkah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno melaporkan berbagai dugaan tindak kecurangan Pilpres 2019 kepada MK.

Penggunaan jalur konstitusional akan semakin menguatkan demokrasi di Indonesia, ketimbang melakukan aksi massa yang mengganggu ketertiban umum. Karena sudah menggunakan jalur konstitusional, mudah-mudahan apapun keputusan MK nantinya harus dihormati oleh semua pihak, baik dari pihak BPN, TKN, maupun dari para pendukung masing-masing.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI itu juga berharap, selama proses hukum di MK berlangsung, tidak ada lagi pengerahan aksi massa yang berpotensi jadi sumbu untuk memancing kekisruhan. “Berikan kesempatan kepada para pengacara masing-masing serta hakim konstitusi untuk menyelesaikannya secara konstitusional,” tutur dia.

Bamsoet menyampaikan, jangan sampai selama proses persidangan di MK, maupun setelah mahkamah mengeluarkan putusan yang bersifat final dan mengikat, justru diwarnai dengan aksi demonstrasi lagi. Apabila terus begitu, masyarakat yang akan menjadi korbannya. “Apapun putusan Mahkamah Konstitusi, wajib dihormati oleh seluruh pihak,” tegasnya.

Selama proses sidang sengketa pemilu berlangsung, aparat kepolisian dari Polri maupun TNI bersiaga di sekitar Gedung MK. Penyekatan juga dilakukan aparat kepolisian di Jalan Medan Merdeka Barat. Mulai Patung Kuda sampai area di sekitar istana. “Pengamanan tetap menjadi fokus aparat kepolisian,” ungkap Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo.

Meski kondisi dan situasi di Jakarta semakin kondusif, jumlah personel aparat keamanan yang dikerahkan tidak berkurang. “Seluruh aparat yang diturunkan 58 ribu,” imbuhnya. Gedung MK menjadi objek tambahan yang mereka jaga. Sebelumnya, pasukan gabungan tersebut berkonsentrasi menjaga kantor KPU, Bawaslu, DPR, dan Istana Negara.

Selain itu, mereka bersiap diri apabila kembali muncul gerakan massa selama sidang sengketa pemilu berjalan. Walau banyak pihak berharap tidak ada lagi aksi massa, aparat keamanan tetap siaga.

“Segala macam potensi gangguan kamtibas, dari mulai demo sifatnya damai, kemudian eskalasi meningkat, sampai anarkis itu kami lakukan upaya pencegahan,” bebernya.

Dedi pun menegaskan kembali, sesuai dengan arahan kapolri dan panglima TNI, pengamanan ibu kota dilakukan lewat cara-cara soft approach. Aparat keamanan diperintahkan mengedepankan komunikasi dengan semua massa aksi untuk tetap menjaga situasi yang kondusif. “Petugas tidak dibelaki senpi dan peluru tajam,” imbuhnya.

Sementara itu Presiden Joko Widodo yang juga adalah calon presiden nomor urut 01 menyampaikan bahwa upaya menjalin komunikasi dengan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, bertemu titik terang.

Di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (24/5) Presiden Jokowi menyampaikan bahwa dirinya memang belum bertemu langsung dengan Prabowo. Namun, Wakil Presiden Jusuf Kalla yang dia beri tugas sudah bertatap muka dengan mantan panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) itu. “Kemarin (Kamis) Pak Wapres, Pak JK sudah ketemu (Prabowo),” jelasnya.

Namun, Jokowi belum tahu pasti apa saja hasil pertemuan di antara kedua tokoh tersebut. Sampai kemarin dia mengaku belum mendengar laporan dari JK. “Saya belum ketemu Pak JK. Harusnya siang tadi (kemarin). Tapi, ada acara lain. Jadi, belum ketemu, bebernya. Setelah berhasil mengutus JK, Jokowi mengaku dirinya masih terus berusaha untuk bertemu langsung dengan Prabowo.

Jokowi menegaskan, pihaknya siap membuka peluang kerja sama dengan pihak mana pun. Sejak coblosan 17 April lalu usai, sambung dia, dirinya juga sudah berinisiatif untuk bertemu dengan Prabowo. Namun, dia mengaku, niat itu belum bisa direalisasikan.

“Sampai sekarang belum bertemu,” imbuhnya. Dia menambahkan, pertemuan antara dirinya dengan dengan Prabowo diharapkan bisa menciptakan kesan yang positif.

Melalui pertemuan itu, Jokowi yakin elit akan tampak rukun di mata masyarakat. Sehingga diharapkan tensi politik dan ketegangan di akar rumput bisa mereda dan perlahan hilang.

“Kalau elitnya rukun, baik-baik saja, di bawah juga kan dingin, akan sejuk,” imbuhnya.

Meski seperti bertepuk sebelah tangan, dia membantah adanya hambatan di antara kedua belah pihak sehingga tidak kunjung bertemu.

Mantan Gubernur DKI itu menyebutkan, belum bertemunya dia dengan Prabowo karena memang belum ada kesempatan untuk bertemu. Mantan Walikota Solo itu menegaskan bakal terus berupaya berkomunikasi dengan pihak Prabowo. Sepanjang Kamis lalu, JK memang bertemu dengan banyak tokoh. Mulai dari siang harinya bertemu dengan Prabowo. Kemudian dilanjutkan sampai Kamis malam bertemu sejumlah tokoh lain.

Termasuk di antaranya pertemuan dengan mantan mantan Wakil Presiden Try Sutrisno. Selain itu, dalam pertemuan yang berlangsung di rumah dinasnya di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, JK bertemu dengan Gubernur DKI Anies Baswedan, Menteri PAN-RB Syafruddin, Mahfud MD, Komaruddin Hidayat, dan Sofyan Djalil. Usai pertemuan tersebut JK tidak menampik soal pertemuannya dengan Prabowo.

Hanya, JK tidak menyebutkan apa saja yang dibahas dalam pertemuan dengan Prabowo.

“Hari ini (23/5) saya bertemu banyak sekali tokoh-tokoh dan sahabat-sahabat. Itu saja yang bisa saya katakan,” ungkap dia. Kepada para tokoh dan sahabatnya itu, JK menyinggung soal pengajuan gugatan Prabowo ke MK. Menurut JK upaya pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 mengajukan gugatan ke MK patut dihargai.

Sebab upaya tersebut sesuai dengan ketentuan undang-undang. “Karena itulah mari kita semua mendukung proses ini,” jelasnya.

JK menyampaikan bahwa MK perlu didukung untuk bisa menjalankan tugasnya dengan adil dan independen. Menurutnya mengajukan gugatan ke MK merupakan jalan terbaik untuk menyelesaikan sengketa pemilu. Hanya itu jalan yang disediakan oleh konstitusi guna menuntaskan sengketa pemilu. (khf/mhf/ful/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here