Kuswendi Santai Jalani Sidang Perdana

134
SANTAI: Sidang perdana Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kuswendi dalam kasus Buper Cipanas, di Pengadilan Negeri Garut, Kamis (28/2). (MUHAMAD ERFAN/RADAR GARUT)

Dipersilakan Bawa Pengacara Saat Sidang Kedua

GARUT – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Garut, Kuswendi yang menjadi tersangka kasus pembangunan Bumi Perkemahan (Buper) di Kecamatan Tarogong Kaler, angkat bicara soal statusnya. Kuswendi disangka membangun Buper tanpa memiliki izin analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal).

“Dalam peraturan pemerintah seseorang membuat kegiatan tanpa Amdal dan berdampak itu akan kena pidana. Kalau kami tidak ada di kertas, tapi semua dilaksanakan (soal Amdal, red),” kata Kuswendi kepada wartawan jelang persidangan perdana di Pengadilan Negeri (PN) Garut, Kamis (28/2).

Kuswendi mengatakan, lokasi tersebut akan dibangun Buper dengan anggaran Rp 10 miliar. Sementara ini, belum ada bangunan yang dibangun disana. Namun kedepan, terdapat rencana untuk membangun masjid dan toilet.

Pihaknya mengklaim, lokasi Buper saat ini sudah lebih baik daripada sebelumnya. Seharusnya bukan hanya Buper yang diusut apabila tidak memiliki Amdal.

“Contoh (PT) Changsin. Amdalnya ada tapi tidak melaksanakan di dalam Amdal. Kalau kita kan tidak ada di kertas, tapi semua dilaksanakan. Ada penanaman pohon kembali, ada TPT, ada irigasi. Saya kira itu akan dilaksanakan apa yang ada di dalam Amdal,” kata Kuswendi.

Kasusnya sudah ramai di media, Kuswendi mengaku tidak keberatan jika status tersangkanya disampaikan ke publik. Hanya saja dirinya memohon masalahnya disampaikan sesuai subtansi yang ada dan tidak dipolitisir.

Datang ke PN Garut, Kadispora Garut ini menggunakan mobil dinas. Meski hendak menjalani persidangan perdana, ia nampak santai menghadapi sidang dengan agenda pembacaan dakwaan.

“Ini kepentingan untuk umum dan pemerintah. Nanti kita lihat saja. Di perjalanan substansi itu yang akan saya sampaikan di persidangan,” katanya.

Jika diberi kesempatan, Kuswendi mengaku akan meminta persidangan di lokasi Buper. Terkait keputusan salah dan tidak, ia pun menyerahkan ke pengadilan. Sidang perdana dilaksanakan secara singkat, sekitar pukul 15.00 WIB. Jalani persidangan, Kuswendi belum didampingi pengacara. Oleh karena itu, majelis hakim memberi kesempatan kepada tersangka untuk menyiapkan pengacara pada sidang lanjutan yang rencananya dilaksanakan Rabu nanti (6/3). (erf) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here