KPK Izinkan Wisnu Kuncoro Hadiri Pernikahan Sang Anak

203
Saut Situmorang

RADARPRIANGAN.COM, JAKARTA – Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang menyatakan, KPK mempersilakan Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel Wisnu Kuncoro untuk menghadiri pernikahan anaknya.

Meski telah ditetapkan tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa PT Krakatau Steel, Saut mengatakan pihaknya tetap akan mengizinkan Wisnu untuk hadir dalam acara. Kata dia, ini merupakan kesepakatan bersama kelima pimpinan saat ekspose perkara.

“Dalam ekspose tadi pimpinan berlima sepakat untuk memberikan kesempatan kepada yang bersangkutan untuk hadir di acara pernikahan anaknya itu,” jelas Saut di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Sabtu (23/3).

Beredar kabar bahwa uang suap Rp20 juta yang diterima Wisnu Kuncoro dikabarkan akan digunakan untuk keperluan prosesi pernikahan sang anak. Mengenai hal ini, tim penyidik KPK akan mendalami dugaan penggunaan dana haram tersebut.

“Penyidik masih akan mendalami uang tersebut. Karena itu masih pemeriksaan awal,” ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Yuyuk Andriati.

Wanita yang karib disapa Yeye itu pun membenarkan bahwa Wisnu Kuncoro akan menikahkan anaknya. Ia mengatakan, penyidik tengah dalam posisi menunggu permintaan keluarga sebelum mengizinkan Wisnu menghadiri proses pernikahan anaknya.

“Tetapi mengenai WNU (Wisnu Kuncoro) memang yang bersangkutan akan menikahkan anaknya. Jadi sedang menunggu surat dari keluarga untuk permintaan keperluan menghadiri (pernikahan),” tukasnya.

Dalam perkara ini, Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel Wisnu Kuncoro ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap pengadaan barang dan jasa di perusahaan plat merah yang dipimpinnya. Ia diduga menerima suap sebesar Rp20 juta dari pihak swasta bernama Alexander Muskitta.

Suap tersebut diberikan agar PT Grand Kartech (GK), yang diwakili tersangka lain Kenneth Sutardja dan PT Group Tjokro (GT), diwakili Kurniawan Eddy Tjokro yang hingga saat ini masih diburu KPK, menjadi rekanan proyek yang nilainya mencapai Rp24 miliar dan Rp2,4 miliar itu.

Menanggapi hal ini, Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno menyatakan pihaknya menghormati proses hukum yang menimpa Wisnu Kuncoro. Ia menegaskan Kementerian BUMN akan terus mendukung segala upaya penanganan perkara yang dilakukan KPK.

“Kami menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan terus mendukung upaya-upaya pemberian informasi yang dilakukan PT Krakatau Steel sebagai wujud oganisasi yang menghormati hukum,” tegasnya. (riz/fin/tgr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here