Korban Pencabulan Dukun Palsu jadi 20 Orang

164
Kapolres Garut AKBP Satria Budi Wiguna mengungkap bahwa pelaku mengakui sudah mencabuli 20 gadis di Cisewu. (IQBAL GOJALI/RADAR GARUT)

RadarPriangan.com, GARUT – Setelah penyidik Kepolisian Resor Garut melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap RG, 26, jumlah korban pencabulan bertambah menjadi 20 orang. Kepada penyidik juga, RG mengaku delapan korban di antaranya disetubuhi.

Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna menyebut bahwa dalam pemeriksaan awal RG kepada penyidik memang mengaku mencabuli 16 orang gadis asal Cisewu. RG sendiri bisa berkenalan dengan sebagian korban melalui media sosial facebook.

“Awalnya si RG ini ngakunya mencabuli 16 orang gadis asal Cisewu, sebagian di antaranya ada yang satu desa dengan dia. Tapi setelah didesak oleh penyidik tadi, RG mengaku kalau gadis yang ia cabuli ada 20 gadis, yang beberapa di antaranya dikenal dari facebook,” kata Kapolres, Rabu (15/5).

Beberapa korban yang dicabuli RG, sebagian lainnya merupakan temannya korban yang mendampingi saat hendak diobati sang dukun palsu. Bahkan ia menyebut delapan di antara para korban disetubuhi oleh RG.

“Sisanya hanya dicabuli dengan cara mengesek-gesekan kemaluan pelaku terhadap kemaluan korban,” ungkapnya.

Terungkapnya kasus pencabulan ini sendiri, kata Kapolres, setelah salah seorang teman korban mengetahui aksi pencabulan yang dilakukan RG. Ia kemudian menceritakan hal tersebut kepada orang tua korban dan pada 9 Mei 2019 langsung melaporkan RG kepada pihak kepolisian.

“Berdasarkan pemeriksaan terhadap korban, aksi yang terjadi terhadapnya itu terjadi pada April 2019 lalu. Dan setelah kita melakukan pemeriksaan terhadap RG sendiri, ia mengaku sudah melakukan aksinya sejak September 2018 hingga April 2019,” ungkap Kapolres.

Selama rentang waktu tersebut, RG melakukan aksi pencabulan dengan modus mengobati korban dari permasalahan yang tengah dihadapi. Sebelumnya sendiri dalam media sosial facebook korban mencurahkan permasalahannya kepada pelaku.

“Hal tersebutlah yang kemudian memicu pelaku RG menawarkan diri untuk mengobati korban. Beberapa korban diantaranya bahkan ada yang berulangkali dicabuli korban yang tujuannya ya untuk mengobati,” jelasnya.

Atas perbuatannya itu, disebut Kapolres, RG dijerat pasal 81 dan 82 undang undang nomor 23 tahun 2014.

“Ancaman hukumannya minimal lima tahun, maksimal 15 tahun,” katanya. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here