Kompetisi Liga 1 Tercancam Berhenti

113
Laga pembuka Liga 1 antara PSS Sleman dan Arema FC diwarnai kericuhan suporter. (Jawapos.com)

RadarPriangan.com, JAKARTA -Tenggat waktu pemberian hukuman diberikan BOPI (badan olahraga profesional Indonesia) kepada PSSI dan PT LIB (Liga Indonesia Baru) terkait kerusuhan PSS Sleman versus Arema FC (15/5) tinggal 1×24 jam. Ancamannya, kompetisi bisa dihentikan alias dicabut rekomendasinya.

Plt Sekjen BOPI Sandi Suwardi Hasan mengatakan, ini dilakukan bukan karena BOPI menganggap diri superior, melainkan karena menjalankan tugas dan wewenang.

“Saya ada di lokasi waktu kerusuhan. Jadi intinya, kalau PT LIB itu serius, PSSI juga dalam menjalankan liga, tidak akan terjadi kok seperti itu,” katanya.

Bahkan, selain ancaman mencabut rekomendasi Liga 1, juga bisa berimbas kepada Liga 2 yang belum bergulir. Meski begitu, PSSI menanggapinya dengan dingin. Ketika mengkonfirmasi kepada Sekjen PSSI Ratu Tisha, dia hanya tersenyum dan berkata,”Ok.”

Kemudian, dia menjelaskan, baru tahu kalau ada ultimatum seperti itu. “Ada prosedurnya semuanya. Sekarang ini pengawas pertandingan, panpel pertandingan sedang melaporkan,” paparnya. Laporan itu akan masuk ke PT LIB, lalu diolah, dan kemudian diberikan ke PSSI yang diteruskan ke Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

Manajer Kompetisi PT LIB Asep Saputra menuturkan, beberapa laporan terkait kerusuhan itu masih sebatas kronologi awal mula hingga puncak chaos seperti apa.

“Kemudian ada background kejadian seperti apa. Itu masih jadi bagian yang kami pelajari, terlalu dini juga untuk disampaikan, katanya.

Mereka juga masih memberikan ruang kepada polisi untuk bekerja. Sejauh ini, isu adanya provokator juga masih belum tentu benar. “Ini juga akan jadi bahan evaluasi kami agar ke depannya hal-hal yang harus diperbaiki segera diperbaiki. Tidak terjadi seperti ini lagi,” jelasnya.

Saat disinggung soal sanksi yang mungkin dijatuhkan kepada pihak terkait dalam laga PSS versus Arema, Asep angkat tangan. Dia menegaskan, PT LIB tidak berhak menentukan atau memberi sanksi. Semuanya diserahkan kepada PSSI dalam hal ini Komdis PSSI. “Kami bantu support data saja, cukup di situ,” ucapnya.

Tapi, secara pribadi Asep juga berharap semua pihak bisa saling bantu kali ini. Sebab, kerusuhan di Sleman itu mau tak mau ikut mencoreng wajah Liga 1 di hadapan sponsor. “Karena itu, ayo dijaga sama-sama ini. Sponsor sudah saja jelaskan dan mengerti. Berharap ini tidak terulang lagi,” bebernya. (rid/ham/ful)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here