Kodim Data Wilayah Rawan Kekeringan

123
Dandim 0611/Garut, Letkol Infanteri Asyraf Aziz

RadarPriangan.com, GARUT – Kodim 0611 Garut, saat ini tengah melakukan pendataan wilayah yang rawan terjadi kekeringan. Hal tersebut dilakukan untuk pemetaan potensi kerawanan air di Kabupaten Garut karena saat ini sudah memasuki musim kemarau.

Komandan Kodim 0611 Garut, Letkol Infanteri Asyraf Aziz menyebut bahwa jika berkaca dari tahun sebelumnya dimana selama kemarau terdapat daerah yang kekurangan air bersih dan sawah-sawah yang kering. Oleh karena itu pihaknya sejak dini melakukan pemetaan wilayah Garut dari ancaman kekeringan sehingga bisa diantisipasi sejak awal.

“Saya sudah memerintahkan para Danramil untuk mulai melakukan pendataan di wilayahnya, baik sawah yang rawan kekeringan hingga perkampungan yang krisis air bersih saat kemarau. Pendataan ini sebetulnya sebagai langkah awal agar bisa meminimalisasi dampak, karena nantinya kita akan koordinasikan dengan instansi terkait,” ujarnya, Minggu (23/6).

Asyraf menjelaskan bahwa selama kemarau, sejumlah wilayah di Kabupaten Garut mengalami kekeringan yang cukup parah sehingga berdampak cukup luas. Di 2018 saja, ribuan hektare pesawahan mengalami kekeringan sehingga memengaruhi pada produktifitas hasil pertanian.

Diantara wilayah yang paling rawan terjadi kekeringan sendiri, ungkap Dandim, adalah kawasan Garut Utara seperti Cibatu, Leuwigoong, dan sekitarnya. “Karena kekeringan yang terjadi, tidak jarang petani merugi besar karena hasil taninya tidak maksimal bahkan mati. Selain itu, ketersediaan air bersih juga berkurang karena debit air yang berkurang. Faktor lainnya juga karena daerah resapan air yang berubah fungsi,” jelasnya.

Sebelumnya sendiri, ungkap Dandim, untuk persoalan daerah resapan air pihaknya sudah mengambil langkah melakukan penanaman pohon tegakan di daerah sumber mata air. Namun menurutnya, untuk bisa menghasilkan kualitas air yang maksimal masih membutuhkan waktu dan perawatan.

“Kita berharap agar masyarakat senantiasa sadar untuk menjaga daerah resapan air jangan sampai gundul atau ditebangi pohonnya karena dampaknya akan kembali kepada semuanya. Kalau daerah resapan airnya sudah tidak ada pohonnya, ya pasti kesulitan juga nanti saat musim kemarau seperti sekarang ini,” ucapnya.

Sedangkan untuk persoalan kekeringan lahan pesawahan, lanjut Dandim, pihaknya juga saat ini sudah memiliki beberapa pompa air untuk mengalirkan air ke pesawahan. Namun hingga saat ini baru beberapa Koramil saja yang memiliki pompa air dengan kapasitas yang cukup besar itu.

“Kami juga bersama Dinas Pertanian sudah ada rencana melakukan rekayasa saluran irigasi agar tetap mengalir di wilayah Cibatu. Namun untuk bisa melakukannya membutuhkan dana yang tidak sedikit. Tetapi, kalau ada warga yang membutuhkan bantuan pompa air karena sawahnya kering bisa datang ke Koramil. Nanti kita akan bantu kalau ada. Kalau tidak ada akan kita bantu komunikasikan dengan Dinas Pertanian,” katanya. (igo) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here