Kivlan: Saya Difitnah

117
Kivlan Zen saat jalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, beberapa waktu lalu. (Fajar Indonesia Network)

RadarPriangan.com, JAKARTA – Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zein, mantan Kepala Staf Komando Srategis Angkatan Darat (Kas Kostrad), merasa difitnah atas tuduhan merencanakan pembunuhan terhadap empat pejabat negara yang dilakukan tersangka Habil Marati, dan empat tersangka lainnya.

Hal ini disampaikan Kivlan usai menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang agendanya konfrontasi terhadap para tersangka dan saksi-saksi dalam perkara perencanaan pembunuhan empat pejabat negara, Selasa (18/6).

Kivlan datang memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan pukul 16.55 wib. Dia keluar ruangan pemeriksaan, pukul 00.15 wib, atau setelah hampir tujuh jam mengikuti rangkaian pemeriksaan.

Saat keluar ruang pemeriksaan, Kivlan yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus makar, langsung melemparkan pernyataan bahwa dirinya difitnah. Dia mengaku difitnah dalam kasus dugaan perencanaan pembunuhan terhadap empat pejabat negara.

“Saya difitnah, saya difitnah,” ucapnya saat keluar ruang penyidik Ditresktimum Polda Metro Jaya, Rabu (19/6) dinihari.

Sayangnya, Kivlan enggan untuk memberi komentar panjang lebar terkait pernyataan ‘fitnah’ ke awak media. “Ada yang janggal” singkatnya.

Menanggapi pernyataan Kivlan, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mempersilakan tersangka kasus kepemilikan senjata ilegal itu mengomentari perihal hasil agenda konfrontasi yang digelar penyidik Polda Metro Jaya.

Namun yang jelas, Polri telah melakukan tugasnya secara profesional dalam menangani kasus itu dari awal proses penyelidikan.

“Itu merupakan hak konstitusional yang bersangkutan dalam proses pemeriksaan. Jadi, silakan saja dan Polri tetap profesional selama ini,” kata Dedi di Mabes Polri.

Dedi pun mengungkapkan, dalam setiap melakukan pembuktian kasus itu pihaknya tidak cuma berdasarkan dari keterangan-keterangan tersangka saja. Namun ada beberapa bukti lain yang jadi dasar penyidik dalam proses penyidikan.

“Ini sesuai dengan pasal 184 KUHAP terkait dalam pembuktian, tidak hanya menggali keterangan tersangka, tapi Polri juga dapat menggali alat bukti lain, baik dari keterangan saksi-saksi dalam kasus itu, keterangan saksi ahli, dan kemudian bukti petunjuk dan surat.Itu semua didalami dan menjadi dasar oleh penyidik,” terangnya.

Dengan demikian, Dedi menegaskan juga, jika misalkan ada tersangka yang tak akui perbuatannya, itu merupakan hak konstitusional yang bersangkutan. Dan semua itu nantinya juga akan dibuktikan dalam proses persidangan.

“Untuk memutuskan bersalah atau tidak, nanti akan dibuktikan di pengadilan secara transparan, terbuka, dan jurdil. Silakan,” tegasnya.

Untuk diketahui, agenda konfrontasi yang dilakukan penyidik terhadap Kivlan Zein dengan tersangka Habil Marati, bersama dengan tersangka dan saksi-saksi seperti Iwan, Aziz, dan Fifi terkait aliran dana dalam kasus rencana pembunuhan empat pejabat negara.

Hal ini dilakukan, lantaran tersangka Habil Marati diduga memberikan uang senilai, SGD 15 ribu atau Rp150 juta kepada Kivlan Zein dan Iwan, untuk dana operasional dari rencana pembunuhan. Bahkan Kivlan disebut sebagai orang yang mencari eksekutor dan memberi target tersebut.

Dan Kivlan pun sempat menjalani proses pemeriksaan tim penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jumat (14/6) kemarin. Namun agenda itu belum tuntas akibat sakit gigi Kivlan kambuh.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, pemeriksaan terhadap Kivlan itu dilakukan sebagai saksi kasus dugaan makar tersangka Habil Marati.

Menurut Argo, dalam agenda pemeriksaan Kivlan yang telah dilakukan sekitar tujuh jam, sejak pukul 15.00 wib hingga pukul 22.30 wib kemarin, penyidik baru mencecar 11 pertanyaan kepadanya dari sejumlah pertanyaan yang ada, sehingga penyidik akan mengagendakan pemeriksaan kembali.

“Pertanyaan penyidik itu seputar pemberian dana dari HM (Habil Marati) ke KZ (Kivlan Zein). Dan pemeriksaan akan diagendakan lagi kepada pak KZ untuk dimintai keterangan kembali,”kata Argo saat dihubungi Fajar Indonesia Network, Minggu (16/6). (Mhf/gw/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here