Kepolisian Pastikan Netral pada Pilpres 2019

85

Eks Kapolsek Pasirwangi Cabut Pernyataan

RADARPRIANGAN.COM, JAKARTA – Mabes Polri membantah, soal beredarnya screen shot grup WhatsApp yang diklaim berisi perintah Kapolres Bima AKBP Erwin Ardiansyah dan pernyataan eks Kapolsek Pasirwangi Garut AKP Sulman Aziz, yang diperintahkan Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019. Pihaknya menegaskan, bahwa institusi kepolisian netral dalam Pilpres 2019.

Karopemnas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan, institusi kepolisian netral dalam Pilpres 2019. Hal ini berdasarkan surat telegram (TR)bernomor STR/126/III/OPS.1.1.1./2019 tanggal 18 Maret 2019 dan Surat Edaran dari Kadiv Propam Polri bernomor KS/DEN C-04/III/2019/DIVPROPAM tanggal 20 Maret 2019.

“Dari surat ini tegas bahwa Polri dalam posisi netral, dan kami mengimbau agar seluruh jajaran Polri dapat mempedomani surat tersebut,” kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta, (1/4).

Adapun terkait soal beredarnya screenshot grup whatsapp yang diklaim berisi perintah Kapolres Bima, maupun pernyataan eks Kapolsek Pasirwangi Garut AKP Sulman Aziz, yang diperintah pimpinannya untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf, Dedi enggan berkomentar, dan meminta konfirmasi ke polda masing-masing.

“Silakan langsung ke Humas (Polda) masing-masing, sudah saya sampaikan dia yang menjawab semua pertanyaan media. Dan saya kira semuanya sudah memberi klarifikasi dan pernyataan juga,” tutur Dedi.

Sebelumnya, Kapolres Bima AKBP Erwin Ardiansyah telah membantah terkait isu yang beredar tersebut. Dia menjelaskan, Polri harus netral dalam Pilpres 2019, dan tak akan memihak pihak mana pun.

“Kami tegaskan bahwa Polri tetap bersikap netral dalam Pemilu 2019. Tugas kami hanya untuk mengamankan jalannya pesta demokrasi,” kata Erwin.

Erwin menyatakan, namanya telah dicatut oleh orang yang sengaja ingin merusak citra instansi kepolisian yang sedang berupaya menjaga keamanan dan ketertiban Pemilu 2019.
“Percakapan yang seolah-olah merupakan grup WA yang kemudian discreenshoot lalu disebarkan di media sosial itu jelas merupakan informasi sesat dan menyesatkan,” ungkap Erwin.

Mengenai siapa orang yang diduga menyebarkan kabar bohong tersebut, Erwin mengatakan dia dan jajarannya sedang melakukan penyelidikan. “Kami sedang menyelidiki orang yang diduga menyebarkan hoaxs tersebut,” ujarnya.

Terpisah, Eks Kapolsek Pasirwangi Garut AKP Sulman Aziz telah mengklarifikasi pernyataan kontroversialnya yang mengaku, diperintahkan Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.

Sulman menyakini, Polri netral di Pilpres 2019. Keraguannya terhadap netralitas institusi Polri tersebut, diakui Sulman, merupakan sebuah kekeliruan.

“Saya yakin kepolisian lembaga yang netral apalagi di dalam Pilpres ini. Apalagi dikuatkan lagi 2 TR (telegram) yang dikeluarkan bahwa Polri harus netral di Pilpres maupun Pilkada,” kata Sulman kepada wartawan di Polda Jabar, mengutip informasi dari Divhumas Polri, senin (1/4).

Sulman mengaku, emosi saat membuat penyataan kontroversialnya di kantor lembaga bantuan hukum Lokataru, Jakarta, Minggu (31/3) kemarin. Hal itu, karena dia menduga mutasinya menjadi Kanit Seksi Pelanggaran Gakkum Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat gara-gara fotonya seorang tokoh agama yang kebetulan panitia deklarasi paslon 02 Prabowo-Sandi.

“Sebetulnya itu saya sampaikan karena saya waktu itu emosi, saya telah dipindahtugaskan dari jabatan saya yang lama sebagai kapolsek (Pasirwangi),” tuturnya.

Sulman menjelaskan, selama ini memang seluruh kapolsek di Garut mendapat instruksi untuk pemetaan kerawanan di Garut bertepatan Pemilu 2019. Bukan diarahkan untuk memenangkan salah satu paslon.

“Pendataan tersebut digunakan untuk mengantisipasi keamanan di wilayah agar bisa diantisipasi, apa yang kemungkinan akan terjadi dan memperkirakan kekuatan yang harus disiapkan,” ujar Sulman. (mhf/der/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here