Kemenkes Beber Investigasi Kematian Petugas KPPS

Baru Berjalan di 4 Provinsi

115
Belasungkawa dari masyarakat terhadap para petugas pemilu yang gugur saat pesta demokrasi, di CPD Jakarta. (FIN)

RadarPriangan.com, JAKARTA – Di tengah hingar bingarnya pengusutan autopsi ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara KPPS yang meninggal dunia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akhirnya merampungkan investigasi kasus tersebut.

Dari siaran pers yang diterima Fajar Indonesia Network, ada empat provinsi yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi Tenggara, dan Kepulauan Riau yang baru yang berhasil diinvestigasi oleh tim. Di hampir semua provinsi, penyakit gagal jantung paling mendominasi sebagai penyebabkematian.

Sekretaris Jenderal Kemenkes Oscar Primadi mengatakan, seperti di DKI Jakarta, dari 22 jiwa yang meninggal disebabkan oleh serangan jantung (Infarc Miocard), gagal jantung, koma hepatikum, stroke, respiratory failure, dan meningitis.

“Sementara di Jawa Barat dari data KPU tertanggal 10 Mei 2019, ada 131 petugas KPPS yang meninggal. Penyebabnya disebabkan oleh gagal jantung, stroke, respiratory failure, sepsis, dan asma,” jelas Oscar.

Oscar kembali melanjutkan hasil investigasi mereka di Kepulauan Riau. Di daerah tersebut, ada tiga jiwa yang meninggal. Pemicu kematianya disebabkan gagal jantung dan kecelakaan . Sementara di Sulawesi Tenggara sesuai data KPU terdapat enam jiwa yang meninggal kesemuanya disebabkan oleh kecelakaan.

Dalam rilis tersebut, Oscar meminta masyarakat untuk tenang dan tidak terprovokasi informasi hoaks dan spekulatif. “Kami meminta masyarakat jangan gampang percaya berita yang belum tentu kebenaranya. Mari percayai apa-apa yang dilakukan oleh Kemenkes yang telah menjalani investigasi ini,” katanya.

Lebih jauh ia mengakui, peristiwa ratusan petugas KPPS yang meninggal merupakan kondisi yang tidak diharapakan. Menurutnya, para petugas kedepan perlu mendapatkan tes kesehatan sebelum melakukan tugasnya. Ditambah asupan suplemen dan pertimbangan riwayat penyakit.

“Maka ke depan, para petugas harus dalam kondisi prima. Para petugas pemilu yang mengidap penyakit-penyakit tertentu akan terpicu bila tidak mengatur waktu bekerja yang berlebihan. Ini menjadi atensi ke depan,” kata dia.

Oscar menambahkan, Kemenkes telah menyiagakan tenaga kesehatan sebelum dan sesudah hari pencoblosan dimulai pada 17 April 2019.

Ini diperkuat dengan Surat Edaran Nomor HK.02.02/III/1681/2019 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan bagi Petugas KPPS/PPK yang Memerlukan Pelayanan Kesehatan Di Fasilitas Kesehatan pada 23 April 2019.

Selain itu, Surat Edaran Nomor HK.02.02/III/1750/2019 tentang Audit Medis dan Pelaporan Petugas KPPS/PPK/Bawaslu yang sakit dan meninggal di Fasilitas Pelayanan Kesehatan pada 29 April 2019, dan Surat Edaran Nomor HK.07.01/III/1792/2019 tentang Pelaksanaan Review Kematian dan Laporan Pelayanan pada 7 Mei 2019. (rls/fin/tgr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here