Kemenag Cabut Moratorium UIN

91

RadarPriangan.com, JAKARTA – Penghentian sementara atau moratorium usulan alih status kampus negeri di bawah Kementerian Agama (Kemenag) resmi dicabut. Kini kampus institut agama Islam negeri (IAIN) diperbolehkan mengusulkan alih status menjadi universitas Islam negeri (UIN).

Informasi pencabutan moratorium itu disampaikan Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag Kamaruddin Amin. Moratorium itu diberlakukan sejak 2017 lalu. Saat ini jumlah UIN di seluruh Indonesia ada 17 unit.

Kamaruddin lantas menyebutkan alasan pencabutan moratorium itu. “Moratorium dicabut untuk memberikan mandat yang lebih besar kepada PTKIN (perguruan tinggi keagamaan Islam negeri, red),” katanya tadi malam (19/5). Mandat tersebut adalah berkontribusi lebih luas dalam meningkatkan daya saing bangsa.

Kamaruddin menegaskan moratorium waktu itu diambil supaya PTKIN melakukan pembenahan internal dahulu. Menurut dia tahun ini dimungkinkan sudah mulai ada usulan perubahan dari STAIN menjadi IAIN. Atau dari IAIN menjadi UIN. Kemenag akan berkoordinasi dengan Kementerian PAN-RB karena terkait potensi penambahan personel ASN.

“Paling cepat akhir 2020 ada perubahan status,” katanya. Ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan bagi kampus yang mengajukan alih status. Diantaranya adalah perubahan menjadi UIN bukan berarti prodi kegamaan di-downgrade kualitasnya. Dia menegaskan ketika berubah jadi UIN, prodi agama harus tetap dijaga kualitasnya.

Kemudian kampus yang ingin berubah jadi UIN harus bisa membedakan diri dengan kampus umum. Caranya dengan integrasi keilmuan agama dengan umum. Jadi prodi umum di UIN harus ada perbedaan dengan prodi di kampus umum. “Intinya perubahan menjadi UIN orientasinya harus untuk peningkatan kualitas atau mutu,” pungkasnya. (wan/ful)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here