Kelelahan saat Tiba di Masjidil Haram

44
Para jamaah haji saat tiba di Makkah, Ahad (21/7) setelah menempuh perjalanan dari Madinah. (ist)

RadarPriangan.com, MAKKAH -Sejak kemarin (21/7), Kota Makkah Al Mukaramah mulai dipadati jemaah haji Indonesia dari Madinah maupun Jeddah. Data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama mencatat hingga pukul 19.00 waktu Arab Saudi, total 242 kelompok terbang (kloter) telah tiba di Arab Saudi. Sementara sembilan jamaah dilaporkan wafat. Dari laporan yang diterima kerap mendapati jemaah kelelahan di Masjidil Haram.

Kepala Daker Makkah Subhan Cholid, mengatakan, jemaah yang tiba di Makkah merupakan gabungan dari gelombang I dan II, sejumlah 242 kloter. Terdiri dari 229 kloter jemaah gelombang pertama, dan 13 kloter jemaah gelombang kedua.

“Untuk jemaah gelombang kedua, setibanya mereka di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, kemudian langsung bergerak menuju Makkah,” jelasnya, tadi malam.

Subhan menyebutkan, hingga pukul 19.00 WAS, jumlah jemaah yang tiba di Makkah sebanyak 36.050 orang beserta 445 petugas.

“Total ada 36.495 jemaah dan petugas yang tergabung dalam 89 kloter saat ini sudah berada di Makkah. Ini terdiri dari 81 kloter gelombang pertama dan delapan kloter gelombang kedua,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemberangkatan jemaah haji gelombang kedua akan berlangsung sejak 20 Juli hingga 5 Agustus 2019. Berdasarkan data kemarin, masih terdapat 287 kloter jemaah haji Indonesia yang belum berada di Arab Saudi.

Seiring berjalannya waktu, populasi di Kota Makkah pun semakin bertambah. Subhan pun mengimbau kepada seluruh jemaah haji Indonesia agar dapat menyiasati pergerakannya selama di Makkah, utamanya saat ingin ke Masjidil Haram.

“Bila ingin shalat jemaah ke Masjidil Haram, jangan semuannya mepet waktu, baru berangkat. Kalau semua jemaah begini, pasti akan ada kepadatan. Begitu juga saat usai shalat di Masjidil Haram, jangan semuanya serentak keluar. Nanti ada penumpukan jemaah juga di terminal,” ungkapnya.

Adapun jumlah jemaah wafat pada hari ke- 15 masa operasional haji bertambah satu orang (selengkapnya lihat grafis).

Ia menyarankan jemaah haji untuk pergi umrah dan beribadah di Masjidil Haram pada waktu Dhuha dan bada Isya. Pasalnya, itu adalah waktu di mana kondisi di Masjidil Haram maupun bus shalawat pengangkut jemaah agak lengang.”Bada isya, sekitar jam 10 malam seperti ini sudah cukup lengang terminalnya. Sehingga jemaah bisa berangkat ke Masjidil Haram dan tidak akan bertubrukan dengan jemaah yang baru selesai salat,” kata dia.

Salah satu kiat yang diungkapkan Subhan untuk mengetahui kondisi kepadatan di Masjidil Haram adalah memantaunya lewat layar televisi.

“Di tiap hotel kan ada yang menayangkan siaran langsung Masjidil Haram, nah pantau di sana. Kalau terlihat agak lengang, silakan segera berangkat,” ujarnya.

Sementara, anggota tim Pertolongan Pertama Pada Jemaah Haji (P3JH) dr.Hendro mengungkapkan, setelah sepekan operasional haji di Daerah Kerja Makkah, dirinya kerap mendapati jemaah kelelahan di Masjidil Haram.

“Biasanya, karena jemaah langsung melaksanakan umrah setibanya di Makkah. Padahal, seringkali jemaah masih dalam kondisi lelah usai menempuh perjalanan dari Madinah,” terangnya.

Hendro pun menyarankan agar sebelum melaksanakan umrah wajib jemaah dapat mencukupi asupan makanan serta mengistirahatkan tubuhnya.

“Apalagi untuk jemaah lansia, idealnya lakukan relaksasi dan orientasi lingkungan terlebih dahulu. Jangan terburu-buru untuk umrah. Idealnya, jemaah lansia terutama, butuh waktu sekitar tiga sampai empat jam untuk berelaksasi dahulu sebelum dibawa ke Masjidil Haram,” jelas Hendro, yang sehari-hari bekerja di RS Haji Jakarta itu.

Untuk diketahui pihak PPIH mengoperasikan 111 bus selawat untuk melayani jamaah calon haji Indonesia beribadah di Masjidilharam. Jumlah itu akan terus ditambah secara bertahap sesuai dengan proporsi jumlah anggota jamaah yang sudah di Mekkah.

“Total kami akan siapkan 419 armada dan 31 bus cadangan pada fase puncak kepadatan jamaah haji Indonesia di Mekkah,” katanya.

Bus selawat melayani seluruh rute jamaah haji Indonesia selama 24 jam sehingga jamaah tidak perlu khawatir tidak mendapat layanan. Ada sembilan rute bus dengan 56 halte terdekat hotel jamaah serta tiga terminal di sekitar Masjidilharam, yaitu Terminal Bus Jiad, Syib Amir, dan Bab Ali, yang semuanya beroperasi 24 jam.

Jamaah diminta jangan langsung pulang secara bersamaan usai jamaah di Haram, agar tidak terjadi penumpukan di terminal. Sebab penggunaan bus selawat sudah dihitung secara proporsional dan memperhatikan kepadatan lalu lintas di Mekkah.

Penambahan armada secara tidak terukur, justru berpotensi menambah kemacetan di kota itu, sebab ke depan akan semakin banyak jamaah haji dari berbagai negara yang tiba di Mekkah. (rls/ful/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here