Kejari Terus Periksa Saksi di Kasus Korupsi Pokir

67
Dok. Radar Garut

RadarPriangan.com, GARUT – Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut masih terus melakukan penyelidikan kasus dugaan korupsi DPRD Kabupaten Garut. Sejumlah saksi masih akan diperiksa untuk memberikan keterangan.

“Masih dalam tahap penyelidikan. Jadi masih belum bisa kita publikasikan untuk sementara ini,” ujar Kasi Intel Kejari Garut, Dodi Witjaksono, Selasa (2/7).

Dodi menyebut, masih banyak saksi yang akan dipanggil dalam kasus tersebut. Pemanggilan saksi itu untuk mengumpulkan alat bukti sebelum kasusnya disidik.

“Kami masih mendalami kasusnya dan pengumpulan alat bukti,” katanya.

Sementara itu, Ketua Aliansi Masyarakat dan Pemuda Garut (AMPG), Ivan Rivanora kembali menuding jika setiap anggota dewan memiliki jatah dalam menentukan anggaran Pokok Pikiran (Pokir). Besarannya berbeda tergantung jabatan di DPRD.

“Rata-rata untuk pimpinan itu antara Rp3 sampai Rp5 miliar, sedangkan anggota itu Rp1 sampai Rp1,5 miliar,” ucapnya.

Untuk mendapatkan proyek, anggota dewan juga mematok biaya kepada pemborong antara 10 sampai 15 persen dari nilai proyek. Besaran jumlah nilai tersebut, disebut Ivan sebagai pelicin karena setiap anggota DPRD Garut memiliki jatah Pokir.

“Kami meminta agar Kejari Garut bisa segera memanggil Badan Anggaran (Banggar) DPRD Garut karena menjadi bagian paling strategis dalam menentukan Pokir. Mereka (Banggar) yang rumuskan anggaran ke si A berapa, ke si B berapa. Mereka atur dan tentukan besarannya. Makanya penegak hukum harus memanggul Banggar dulu,” jelasnya. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here