Kasus Suap Dana Hibah KONI, KPK Terus Kuatkan Alat Bukti

133
´╗┐Juru Bicara KPK Febri Diansyah

Gelontoran Rp11,5 Miliar untuk Aspri Menpora

RadarPriangan.com, JAKARTA – Menjerat pelaku lain dalam perkara suap dana hibah pengawasan dan pendampingan (wasping) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) bukan hal gampang. Pada posisi inilah, yang membuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menguatkan alat bukti. Salah satunya, dari fakta-fakta persidangan terdakwa Sekretaris Jenderal (Sekjen) KONI Ending Fuad Hamidy.

Dari fakta persidangan yang dirangkum jaksa penuntut umum (JPU) KPK, nama asisten pribadi (aspri) Menteri Pemuda Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Miftahul Ulum dan staf protokol Kemenpora Arief Susanto diyakini sebagai pihak yang turut serta menerima suap dari pengurus KONI. Totalnya, Rp11,5 miliar. Uang itu berasal dari Ending dan Bendahara Umum KONI Johny E Awuy.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menerangkan, fakta-fakta persidangan telah disampaikan JPU pada sidang tuntutan terdakwa Ending di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Kamis (9/5). Dalam perkara ini, jaksa menuntut hakim menjatuhi hukuman penjara empat tahun untuk Ending. Jaksa juga menuntut pidana denda Rp150 juta subsider enam bulan kurungan.

“Tuntutan yang disampaikan tentu sudah dianalisis dan didasarkan pada fakta yang berkembang di proses persidangan, kata Febri, kemarin (10/5).

Selain menjabarkan total uang untuk Ulum dan Arief, jaksa KPK juga menyimpulkan bahwa fee Rp11,5 miliar diberikan tidak secara cuma-cuma. Tapi untuk mempercepat proses persetujuan dan pencairan hibah KONI melalui Kemenpora.

Febri menambahkan, tahapan persidangan terdakwa Ending belum tuntas. Setelah tuntutan, masih ada pembacaan nota pembelaan (pledoi). Karena itu, sejauh ini pihaknya belum bisa menindaklanjuti analisis jaksa itu dengan menetapkan pihak lain sebagai tersangka baru.

“Nanti di putusan kami akan melihat bagaimana pertimbangan hakim terhadap fakta tersebut,” terangnya.

Secara umum, jaksa penuntut KPK menyimpulkan perbuatan Ending dan Johny terbukti memberikan suap kepada pejabat Kemenpora terkait dengan pencairan dana hibah KONI. Pemberian itu dilakukan bertahap. Diantaranya, uang Rp400 juta, satu Fortuner dan 1 Handphone Samsung Galaxy Note 9 kepada Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora Mulyana.

Jaksa juga menilai Ending dan Johny terbukti memberikan uang Rp 215 juta kepada Adhi Purnomo selaku PPK pada Asisten Olahraga Prestasi di Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kempora dan Eko Triyanta (staf pada Deputi IV Olahraga Prestasi Kemenpora). Yang terakhir, jaksa menyebut bahwa ada aliran uang Rp 11,5 miliar untuk Ulum dan Arief, selaku orang dekat Menpora. (riz/ful/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here