Kapolri Tegaskan Bukan Rekayasa

154

Polri: Siap Diuji di Persidangan

RadarPriangan.com, JAKARTA – Beredar kabar penangkapan enam tersangka kerusuhan 21-22 Mei dan ancaman pembunuhan terhadap empat pejabat negara, yaitu Menko Polhukam Wiranto, Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Kepala BIN Budi Gunawan, dan stafsus Presiden Gories Mere, hanya sebuah rekayasa. Namun, hal ini dibantah Polri.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan ancaman pembunuhan terhadap empat pejabat negara adalah nyata. Ancaman pembunuhan yang dilakukan oleh enam tersangka kerusuhan 21-22 Mei bukan sebuah rekayasa.

Polri pun siap mempertanggungjawabkan kebenaran hasil penyelidikan. Sebab para tersangka memang mengakui, menerima perintah untuk membunuh kepada empat pejabat negara dan seorangpimpinan lembaga survei.

“Saya ingin klarifikasi soal adanya isu-isu bahwa penangkapan yang berkaitan dengan senjata, dan keterangan pers dari Kadiv Humas Polri dan Kapuspen TNI soal rencana pembunuhan itu rekayasa. Dan saya tegaskan di sini, jika hasil kerja penyidik itu bisa dipertanggungjawabkan,” kata Tito saat konferensi press di Kemenkopolhukam, Selasa (28/5).

Tito menjelaskan, jika setiap tindakan dan hasil penyelidikan bisa diuji di persidangan, guna memastikan kasus tersebut. Dan perlu disampaikan, saat ini dunia peradilan di Indonesia sudah terbuka dan transparan.

“Semua ada pembagian tugasnya, antara penyidik, penuntut, dan peradilan. Jadi, tindakan-tindakan penyelidikan yang dilakukan penyidik nantinya akan diuji di peradilan. Kita terbuka, dan rekan-rekan tahu bahwa peradilan Indonesia ini salah satu peradilan paling terbuka di dunia,” tuturnya.

“Nanti, rekan-rekan media bisa duduk di ruang sidang, dan bisa meng-cover live semua. Dan di situ kita akan buktikan di persidangan bahwa Polri tidak terlibat di situ,” lanjut Tito tegas.

Lebih jauh, seraya ingin menegaskan bantahannya terhadap isu tersebut, Tito pun mengungkapkan nama-nama tokoh nasional yang diancam akan dibunuh oleh kelompok perusuh 21-22 Mei itu.

Tito menyebut, jika Menko Polhukam Wiranto adalah salah satu yang masuk daftar target pengancam.

“(Dari) pemeriksaan resmi, mereka menyampaikan nama Pak Wiranto, Pak Luhut Menko Maritim, ketiga itu Pak Kabin (Budi Gunawan), dan keempat Gories Mere (stafsus Presiden). Selain itu, menargetkan pimpinan lembaga survei yang tak bisa kami sebut namanya,” ungkap Tito.

Adapun untuk memastikan keselamatan mereka, diakui Tito, pihaknya sejak awal sudah memberi pengawalan-pengawalan ketat. Dan soal penanganan perkara ini, nama-nama pejabat negara/tokoh ini juga telah disebut para pelaku dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

“Dasar kami sementara BAP pro justitia. Hasil pemeriksaan kepada tersangka yang kita tangkap. Jadi, bukan karena informasi intelijen, beda,” imbuhnya.

Tito menambahkan, saat ini pihaknya memastikan telah berhasil menangkap para pelaku yang diminta melakukan eksekusi pembunuhan berserta, dengan senjata yang akan mereka gunakan. Sementara itu, untuk pihak yang memberi perintah kini masih didalami dan kembangkan.

“Untuk pelaku-pelaku yang disuruh sudah tertangkap semua, dan senjatanya sudah kita tahan, kita dapat 4 senjata. Saat ini kita masih mengembangkan orang yang menyuruh, mungkin tak lama lagi juga kita akan proses hukum,” tambah Tito.

Terakhir, saat disinggung soal dalang dari kerusuhan 21-22 Mei lalu. Tito mengatakan, pihaknya saat ini masih mendalami keterangan dari sejumlah tersangka. Selain itu, hubungan antarkelompok perusuh juga masih ditelusuri.

“Kita akan lihat siapa yang menyuruh mereka datang. Sebab tentu yang kita kembangkan adalah mereka yang datang khusus untuk melakukan kerusuhan, bukan yang datang untuk berdemo, aksi damai, seperti dari Sukabumi katanya disuruh berjihad. Jihadnya apa? Jihad kekerasan, perang, itu dalam bahasa mereka. Tapi dalam bahasa hukum artinya melakukan kekerasan dan kejahatan,” terangnya.

Seperti diketahui, Polri telah merilis enam tersangka terkait kepemilikan senpi ilegal, termasuk ada yang terlibat rencana pembunuhan tokoh nasional berinisial HK alias Iwan, AZ, IF, TJ, AD, dan AF alias Fifi. Mereka memiliki peran berbeda. (Mhf/gw/Fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here