Kapolres Garut tak Pernah Arahkan Kapolsek Dukung Capres 01

185
Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna menyampaikan bantahan pernyataan mantan Kapolsek Pasirwangi AKP Sulman Azis, Minggu (31/3).

RADARPRIANGAN.COM, GARUT – Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Budi Satria Wiguna membantah tuduhan mantan Kapolsek Pasirwangi AKP Sulman Azis soal pihaknya yang mengarahkan polsek di Garut menggalang dukungan untuk capres 01.
Pernyataan itu disampaikan Sulman Azis di kantor Lokataru, Jakarta, Minggu (31/3).

Kapolres Garut menyebut bahwa selama ini, dirinya bekerja sesuai dengan aturan yang seharusnya dilakukan dalam menghadapi Pemilu 2019.

“Kalau dari pengakuannya mengarahkan, saya tidak pernah mengarahkan. Adapun kaitannya dengan kapolsek kumpul di Polres itu kan sudah menjadi tanggung jawab Polres untuk operasional, setiap bulan dilaksanakan. Itu pun hanya ke arah mapping kerawanan,” ujarnya, Minggu (31/3).

“Saya tidak pernah mengarahkan. Saya selalu menekankan tentang kamtibmas. Rekan-rekan tahu sendiri lah bagaimana kiprah Polres Garut dalam setahun belakangan, termasuk pilkada bisa berjalan lancar. Itu karena sinergitas kita semua dari mulai intern kita di Polri, TNI, dan masyarakat. Alhamdulillah kita selama ini bisa sinergi dan sampai detik ini Garut kondusif dan aman,” ujarnya.

Budi menyebut bahwa di Kabupaten Garut terdapat 33 Polsek dan 42 kecamatan. Dengan kondiri tersebut, Garut memiliki potensi kerawanan yang cukup tinggi selama Pemilu 2019.

“Rekan-rekan bisa tahu pengalaman pilkada seperti apa. Kalau kita tidak intens untuk ke masyarakat dan pendekatan untuk jaga keamanan. Keamanan bukan hanya milik TNI/Polri bukan hanya milik aparat, tapi milik seluruh masyarakat. Karena itu akhit-akhir ini saya selalu melaksanakan kegiatan sambang desa, bakti sosial, termasuk kegiatan keagamaan,” jelasnya.

Selama melakukan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat sendiri, Budi mengaku ia hanya mengajak agar senantiasa menciptakan suasana aman dan damai selama Pemilu 2019. Hal tersebut harus dilakukan karena Garut memiliki sejarah yang bagus dalam Pilkada sehingga menurutnya harus dipertahankan.

“Kedua, mapping konflik. Karena beberapa kejadian di sini yang cukup menghebohkan. Terakahir pembakaran bendera. Itu yang menjadi pengalaman kita supaya tidak kembali terjadi. Agenda pileg dan pilpres bisa berjalan dengan lancar dan aman. Tugas kita pun bisa mudah, tidak sulit,” ucapnya.

“Jadi kami selalu koordinasi dengan polsek, mengantisipasi terkait pemetaan TPS. Mungkin tak semua TPS tercover polri, jadi sitemnya per zona. Misal di satu desa ada 5 TPS ada satu polrinya. Kami juga memberdayakan Linmas. Intiya dalam menyikapi ini kita menghadapi pesta demokrasi ini kita harus all out. Bagaimana caranya wilayah di kita, Garut, bisa dilaksanakan dengan maksimal dan keamanan terjaga,” paparnya.

Kapolres pun membantah tuduhan soal pencopotan kepada AKP Sulman Aziz. Menurutnya hal tersebut adalah mutasi dan wajar dilakukan. Ia menyebut bahwa Sulman sudah hampir dua tahun menjadi kapolsek dan proses mutasi pun bukan sendiri.

“Wewenang kapolsek mutasi itu dari Polda bukan Polres. Kalau anggota ya Kapolres, kalau Kapolsek ke atas ya Polda bukan saya. Jadi ada jenjangnya. Mutasi ke polda juga kan ada jabatan jadi kanit di direktorat lalu lintas. Jadi bukan gak ada jabatan,” katanya. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here