Kampanyekan 01, Kades Cimareme Banyuresmi Terindikasi Pidana Pemilu

114

RADARPRIANGAN.COM, GARUT – Sentra Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu) menemukan indikasi adanya pelanggaran pidana Pemilu dari Jajang Haerudin, kepala Desa Cimareme, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, yang membuat video ajakan memilih Capres 01 di 17 April. Kasusnya saat ini tengah ditangani pihak Kepolisian Garut.

Komisionar Bawaslu Kabupaten Garut, Ahmad Nurul Syahid menyebut bahwa saat ini kasusnya memang sudah dilimpahkan kepada pihak kepolisian.

“Kasusnya sudah ke tahap penyidikan di kepolisian sekarang,” katanya, Senin (18/3).

Naiknya kasus ini ke tahap penyidikan di kepolisian, dikatakan Ahmad, setelah Bawaslu meminta keterangan sejumlah pihak yang terlibat seperti Kepala dan Sekretaris Desa Cimareme.

Setelah dipanggil, kasus ini naik ke tingkat penyelidikan di Sentra Gakkumdu dan penyelidik menemukan adanya indikasi pelanggaran pidana pemilu yang dilakukan oleh Kepala Desa Cimareme.

“Dalam pembahasan kedua di sentra Gakkumdu memang diduga ada pelanggaran pidana Pemilu sehingga semuanya memyepakati untuk kasus ini ditingkatkan ke tahap penyidikan kepolisian,” jelasnya.

“Kasus ini dilimpahkan ke Satreskrim Polrea Garut pada Rabu (13/3) dan pihak kepolisian memiliki waktu 14 hari untuk menuntaskan kasus ini sebagaimana aturan yang berlaku,”.

Kasus Jajang Haerudin sendiri bermula saat ia membuat video ajakan untuk memilih presiden nomor urut 01, Joko Widodo. Dalam pembuatan video sendiri, Jajang melibatkan Sekretaris Desa Cimareme, termasuk memintanya untuk menyebarkan video tersebut.

Kasus Kepala Desa mendukung Jokowi sendiri sudah ditangani Bawaslu sejak Februari lalu setelah Panwas Kecamatan Banyuresmi mendapatkan temuan adanya indikasi pelanggaran pidana pemilu. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here