Kades Kena Hoax, Oknum Wartawan Minta Maaf

144

GARUT – Kepala Desa Babakanloa, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut,didampingi BPD, LPM, Bhabinsa dan Ketua RW setempat melakukan mediasi dengan penulis berita, Jumat (30/11).

Hal tersebut dilakukan, karena Kades Babakanloa, Rustan merasa dirugikan dengan pemberitaan di salah satu media cetak dengan judul “Kades Babakanloa Diduga Tidak Tranfaran Dalam Pelaksanaan Kegiatan Sarana Olahraga”.

Dalam pertemuan tersebut terungkap, bahwa berita tersebut bohong (hoax) bahkan menjurus Fitnah. Hal itu diungkapkan setelah salah munculnya surat pernyataan terkait tidak benarnya berita tersebut dari penulis.

“Dalam kasus ini kami selaku warga Desa Babakanloa merasa keberatan atas pemberitaan ini, karena memang apa yang disampaikan itu jauh dari fakta atau 100 persen fitnah, dari narasumbernya, angka-angkanya tidak berdasarkan fakta,” kata H. Solwan Salaf salah seorang tokoh masyarakat.

Sementara itu, Kades Babakanloa, Rustan, mengatakan dari hasil musyawarah disepakati, bahwa pihak media wajib mengkoreksi atau meralat dan menyatakan berita itu keliru, tidak benar dan fitnah, serta memuat permintaan maaf kepada masyarakat Babakanloa.

“Hasil musyawarah tadi penulis menyadari bahwa itu adalah sebuah kekeliruan dan meminta maaf. Serta dilengkapi membuat surat pernyataan permintaan maaf,” ujarnya.

Rustan menuturkan, meski sebelumnya pada saat musyawarah ada warga yang sepakat untuk melaporkan permasalahan ke ranah hukum, namun dengan berbagai pertimbangan dirinya mengambil jalan untuk saling memaafkan dengan beberapa catatan.

Rustan berharap, kejadian ini menjadi pelajaran bersama, dirinya sebagai kepala desa siap untuk dikoreksi apabila ada kebijakan-kebijakan yang tidak sesuai dengan aturan.

“Demikian juga rekan-rekan media sebagai mitra kerja kami, apabila ada hal yang perlu di klarifikasi dengan senang hati kami beserta BPD, LPM dan jajaran perangkat desa siap untuk menjelaskan.” ucapnya.

Dalam surat yang ditandatangani oleh kedua belah pihak, disebutkan bahwa pemberitaan oknum wartawan tersebut merupakan berita tidak benar. Sehingga dua oknum wartawan pun menyatakan minta maaf. (erf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here