Jurnalis Garut: Kekerasan terhadap Wartawan jangan Terulang Lagi

102
Jurnalis Garut dari PWI dan IJTI, Kamis (2/4), menyampaikan tuntutan kepada Polri yang diterima Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna, untuk mengusut tuntas aksi kekerasan terhadap wartawan di Bandung pada Hari Buruh 1 Mei. (IQBAL GOJALI/RADAR GARUT)

RadarPriangan.com, GARUT – Jurnalis di Kabupaten Garut melakukan protes terhadap aksi kekerasan yang dialami dua wartawan saat peringatan Hari Buruh di Bandung kepada Kapolres Garut. Para jurnalis meminta kasus tersebut untuk diusut tuntas.

Ketua PWI Perwakilan Garut Ari Karang Maulana mengatakan, para jurnalis di Garut saat ini tengah berkabung karena masih ada kekerasan yang dialami jurnalis. Padahal profesi jurnalis sudah dilindungi oleh undang-undang.

“Kami harap kasus di Bandung kemarin jadi perhatian bagi aparat. Apalagi kedua wartawan itu sudah menunjukkan identitasnya. Usut tuntas dan jangan sampai terulang,” ujar Ari kepada Kapolres di Mapolres Garut, Kamis (2/5).

Insiden yang terjadi di Bandung, diakuinya sangat disesalkan. Protes yang dilakukan jurnalis di Garut sebagai bentuk solidaritas agar kasus serupa tak kembali terulang.

“Selama ini di Garut memang belum ada yang sampai kekerasan fisik. Tapi saya sendiri pernah menjadi korban intimidasi oknum aparat,” katanya.

Janur M Bagus, perwakilan IJTI juga meminta agar kepolisian bisa menyelesaikan kasus kekerasan kepada wartawan. Kasus di Bandung, tambahnya, jadi jawaban jika aksi kekerasan kepada wartawan masih belum berakhir.

“Aksi solidaritas ini kami lakukan agar kasusnya bisa diusut tuntas. Oknum polisi yang melakukan kekerasan harus diberi sanksi,” kata Janur.

Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna meminta para wartawan di Garut tak terbawa emosi. Ia menjamin, keamanan kepada wartawan saat menjalankan tugasnya.

“Selama ini Polres dan rekan-rekan wartawan sudah menjalin hubungan baik. Saya apresiasi semua yang telah dilakukan para wartawan,” ujar Budi.

Ia pun sudah meminta kepada anggotanya untuk menjaga komunikasi baik dengan para wartawan.

“Untuk yang di Bandung nanti lihat dulu siapa pelakunya. Itu kan oknum yang melakukannya,” katanya. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here