Jurnalis Garut Kecam Kekerasan dan Intimidasi Terhadap Wartawan

37
Sejumlah wartawan berunjukrasa di Simpang Lima, Kamis (26/9), menentang segala kekerasan dan intimidasi kepada wartawan. (MUHAMAD ERFAN/RADAR GARUT)

RadarPriangan.com, GARUT – Sebagai bentuk aksi solidaritas terhadap jurnalis yang menjadi korban intimidasi dan pemukulan saat melakukan peliputan aksi RUU KUHP di sejumlah daerah, beberapa waktu lalu.

Ketua PWI Garut cam Maulana Karang, berharap kasus serupa tidak sampai terjadi terhadap wartawan yang bertugas di Kabupaten Garut.

Pihaknya mengapresiasi langkah yang diambil Kapolres Garut tersebut dengan menjalin komunikasi dengan insan pers.

“Kami berterima kasih kepada Kapolres yang mau menanggapi aksi solidaritas wartawan ini. Aksi ini sebagai bentuk duka cita kami atas kekerasan yang terjadi kepada wartawan,” kata Ari.

Sementara itu, Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kabupaten Garut, Ii Solihin, mengutuk keras atas tindak kekerasan yang dilakukan oknum aparat kepada wartawan saat meliput aksi demontrasi.

Boi sapaannya, berharap kekerasan terhadap wartawan tidak sampai kembali terjadi. JIka terulang, hal tersebut bisa merusak kebebasan pers di Indonesia.

“Kami minta aparat kepolisian bisa mengetahui betapa beratnya tugas kami sebagai wartawan. Jangan sampai wartawan dipukuli, padahal sudah menunjukan identitasnya,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Garut, AKBP Dede Yudi Ferdiansah sengaja menemui para wartawan yang sedang melakukan aksi solidaritas terkait kekerasan kepada wartawan di Bundaran Simpang Lima, Tarogong Kidul.

Ia mengatakan, lembaganya berkomitmen untuk menjaga kemitraan dengan awak media. Komunikasi dan koordinasi akan dilakukan sehingga bisa berkolaborasi.

“Jika ada tindak pidana (kepada wartawan saat menjalankan tugas) laporkan. Cari solusi untuk pecahkan masalah,” kata Dede, kemarin (26/9).

Dirinya pun mengajak para wartawan untuk ikut menciptakan suasana Garut yang aman, nyaman, dan kondusif. Ia menilai, wartawan memiliki peran amat penting sebagai mitra kepolisian.

“Jangan sampai di sini saja kemitraannya. Tidak statis tapi dinamis. Kita bersama-sama ciptakan situasi Garut yang nyaman,” pungkasnya. (erf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here