Jokowi-Prabowo Bertemu Pekan Ini

174
Pertemuan Jokowi dan Prabowo. (dok Setkab)

RadarPriangan.com, JAKARTA – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf meyakini pertemuan antara Jokowi dan Prabowo segera terealisasi. Sebab, tanda-tanda terjadinya pertemuan tersebut belakangan semakin terbuka. Bahkan, informasi yang beredar pertemuan bisa dilakukan pada pekan ini.

“Upaya ke arah sana sudah semakin baik,” kata Wakil Ketua TKN Jokowi-Maruf Jenderal (pur) Moeldoko, kemarin (30/5). Meski demikian, dia enggan menjabarkan tanda-tanda apa yang dimaksud. Dia hanya menegaskan, saat ini kedua kubu tinggal menunggu momen yang tepat untuk melangsungkan pertemuan.

Bahkan, mantan panglima TNI itu tidak membantah bahwa pertemuan akan dilakukan dalam pekan-pekan ini. “Nggak lama lah. Mudah-mudahan (dalam seminggu ini, red),” imbuhnya.

Sebelumnya, orang kepercayaan Jokowi yang juga menjabat Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan, bola panas pertemuan kedua tokoh ada di pihak Prabowo. “Ya, bolanya ada di sana (kubu Prabowo, red) sih,” ujarnya, Senin (27/5) lalu.

Sebab, lanjut dia, setelah coblosan 17 April lalu, Jokowi berinisiatif bertemu dengan calon presiden nomor urut 02 tersebut. Namun, tawaran itu belum direspons Prabowo.

“Pak Jokowi kan sudah beri tahu, kepada siapa saja beliau siap bertemu. Nggak ada masalah kalau itu, sih,” ungkapnya.

Luhut memastikan, komunikasi kubu Jokowi dengan kubu Prabowo terus berjalan. “Ya (Terus) jalan. Kan kalian ndak tahu semua. Masak kalian tahu semua,” ujarnya kepada wartawan. Sebagai kawan baik Jokowi dan Prabowo, Luhut menegaskan akan membantu upaya tersebut.

Terpisah, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Muti mengatakan, sosok Jusuf Kalla sangat penting dalam menjembatani pertemuan. Sebab, politikus yang juga pengusaha itu merupakan tokoh yang relatif bisa diterima kedua paslon. Selain itu, kata dia, JK tidak punya kepentingan politik pada masa mendatang. Dia tidak mencalonkan diri sebagai capres maupun cawapres.

Perlu dicarikan format agar pertemuan tersebut dilaksanakan secara alamiah. “Perlu disepakati agar tidak ada yang dipermalukan,” terang Muti, kemarin.

Terkait dengan istilah rekonsiliasi yang ada sebagian yang menolak, Muti mengatakan bahwa pertemuan itu bisa dibungkus agenda silaturahmi. Kapan pertemuan itu dilakukan? Ada yang mengusulkan sebelum atau setelah Idul Fitri.

“Menurut saya lebih cepat, lebih baik,” kata dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut.

Menurut dia, pertemuan Jokowi dan Prabowo sangat penting. Silaturahmi kedua tokoh akan memengaruhi psikologi massa, khususnya pendukung kedua paslon. Pertemuan diharapkan akan meredam ketegangan di masyarakat.

Muti meyakini bahwa pertemuan itu akan menenangkan rakyat. Apalagi sampai ada kesepakatan politik atau mungkin tausiah politik bersama yang disampaikan kedua pihak. Pertemuan tersebut juga diharapkan bisa memperbaiki kondisi kebangsaan karena gesekan setelah Pemilu 2019. Diakui atau tidak, gesekan itu cukup panas, tuturnya.

Menurut dia, silaturahmi kedua tokoh akan menjadi solusi untuk bangsa guna merajut kembali kebersamaan, persatuan, dan melihat Indonesia sebagai kepentingan bersama.

Terpisah, Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto, mengatakan, Jokowi selama ini terbuka untuk berdialog dengan Prabowo. Namun, terkait pertemuannya, Hasto meminta masyarakat untuk menunggu pada waktu yang tepat.

“Kami meyakini Pak Jokowi sangat terbuka, beliau (Jokowi) menyatakan dialog itu penting. Pertemuan itu juga penting. Tetapi, dalam momentum yang tepat pertemuan itu akan terjadi,” katanya

Politikus kelahiran Jogjakarta tersebut menambahkan, masyarakat harus mengedepankan pesan-pesan perdamaian dibandingkan dengan pertentangan pascapilpres. Sebab, sejatinya pemilu adalah sebuah alat untuk mencari pemimpin. Hasto mengajak semua elemen bangsa untuk menjunjung semangat perdamaian dan rekonsiliasi. Dia juga tidak ingin ada lagi pihak yang ingin membenturkan sesama warga negara. (lum/ful)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here