Jokowi Harus Independen, Kabinet Perlu Diisi Profesional

25
Capres dan Cawapres terpilih Joko Widodo-Ma'ruf Amin (FIN)

RadarPriangan.com, JAKARTA -Bursa calon menteri kabinet periode 2019-2024 kian menghangat. Sejumlah partai politik (parpol) ramai-ramai mengajukan kadernya. Sebagai pemilik hak prerogatif, presiden Joko Widodo diminta lebih independen. Menteri yang dipilih harus kompeten dan siap menjalankan visi misi presiden.

Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Djayadi Hanan mengatakan pada periode kedua ini, beban Jokowi lebih ringan. Karena itu, Jokowi harus berani mengisi kabinetnya dengan orang-orang profesional non-parpol.

“Dulu pada periode pertama (2014-2019), Jokowi punya dua beban politik. Pertama, kepentingan supaya bisa dicalonkan kembali di Pilpres 2019. Yang kedua, memperolah dukungan dari DPR agar agenda pemerintahannya lancar. Tapi sekarang beban politik itu sudah lebih ringan. Untuk itu, Jokowi harus bisa lebih independen,” kata Djayadi dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (06/7).

Dia menyebut pada periode pertama, ada 20 menteri dari kalangan profesional. Sedangkan dari parpol berjumlah 14 menteri. Djayadi memprediksi sekityar 50 persen kabinet periode 2019-2024 berasal dari non-parpol. Terutama pada kementerian strategis. Seperti kementerian Keuangan dan Kementerian terkait infrastruktur.

“Dua kementerian itu terkait langsung dengan agenda presiden. Perlu orang profesional sebagai eksekutor. Kalau dari parpol, bisa jadi yang lain cemburu,” imbuhnya.

Menurutnya, kepentingan parpol memang perlu diakomodasi. Dia menyebut 40 persen kursi menteri bisa diisi orang parpol. Sedangkan sisanya 10 pesen dari representasi Indonesia timur, serta organisasi kemasyarakatan utama di Indonesia.

Untuk itu, Jokowi perlu menjelaskan secara objektif terkait penuntasan kerjanya di periode kedua. Kalangan profesional yang dinilai mumpuni mengeksekusi program patut diberi tempat. Selain pertimbangan profesionalisme dan pertimbangan politik, penentuan menteri harus mempertimbangkan politik warga.

“Publik berpolitik bukan melalui parpol. Tetapi melalui akses media sosial. Sosok pejabat yang buruk bisa dikoreksi habis-habisan di internet dan medsos,” paparnya..

Sementara itu, politisi PDIP Zuhairi Misrawi yakin presiden Jokowi tidak sulit memilih calon menterinya. Termasuk calon dari kalangan muda.

“Ada banyak sekali figur muda potensial. Tinggal Pak Jokowi memilih dari kalangan politik atau luar politik,” kata Zuhairi. Meski isu menteri sudah mulai ramai dibahas, membumikan ideologi Pancasila merupakan hal yang lebih penting. Apalagi, Jokowi akan fokus pada pembangunan sumber daya manusia di periode keduanya.

Terpisah, Wasekjen DPP PKB Daniel Johan mengatakan partainya sudah mengajukan 10 nama calon menteri kepada Jokowi. Tapi Daniel enggan menyebutkan nama-nama calon menteri tersebut. “Cak Imin sudah ajukan 10 nama. Tapi, saya tidak tahu namanya. Yang tahu cuma Pak Jokowi dan Cak Imin,” jelas Daniel.

Sebelumnya, wapres terpilih Ma’ruf Amin mengatakan Jokowi sudah menyiapkan sejumlah nama menteri untuk kabinet periode kedua. Ma’ruf menyebut Jokowi menyiapkan menteri dari kalangan muda. Ada yang disebut berumur antara 25-30 tahun. Namun, Ma’ruf mengaku belum tahu siapa calon menteri muda tersebut. Alasannya, hal itu akan dibicarakan dengan Jokowi. (rh/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here