Jika Abaikan Keselamatan Penumpang, Pengusaha Angkutan Diancam Pidana

106

GARUT – Dinas Perhubungan Kabupaten Garut menyatakan, pengusaha angkutan umum yang mengabaikan keselamatan dengan mengoperasikan kendaraan tidak layak jalan akan diancam hukuman pidana sesuai peraturan yang berlaku. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan efek jera terhadap perusahaan yang tidak mematuhi aturan keselamatan berlalu lintas.

“Membiarkan kendaraan tidak layak jalan dan membahayakan, maka pemiliknya akan dikenakan sanksi berat yaitu penjara sampai dua tahun,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Garut Suherman kepada wartawan.

Ia menuturkan, regulasi angkutan umum saat ini sudah jelas untuk memprioritaskan keselamatan penumpang dan ketertiban dalam berlalu lintas.

“Jika pengusaha angkutan umum tidak memperhatikan kondisi kelayakan kendaraannya sehingga membahayakan penumpang maka pihak perusahaan harus bertanggungjawab dengan sanksi berat yakni hukuman penjara,” katanya.

MELANGGAR: Angkutan kota yang sempat kena razia Satlantas Polres Garut dan diamankan ke Mapolres Garut, beberapa waktu lalu.

Oleh karena itu, ia menyebut bahwa pihak perusahaan harus melakukan langkah-langkah pro aktif memperbaiki dan tidak membiarkan kendaraan tidak layak jalan beroperasi.

Saat ini sendiri, diungkapkan Suherman, Dishub Garut mencatat ada 1.005 unit kendaraan angkutan umum jenis bus dan elf, serta 11.490 unit angkutan kota (angkot). “Hasil pendataan sekitar 20 persen angkutan umum dinyatakan tidak layak beroperasi karena kondisinya tidak sesuai dengan ketentuan kelayakan kendaraan seperti kondisi ban yang buruk, wiper termasuk lampu tidak berfungsi,” ungkapnya.

Suherman menyampaikan, upaya penanganan pengujian kelayakan kendaraan itu dilakukan oleh seluruh jajaran petugas Dishub khusus di terminal. “Kita telah instruksikan kepada petugas di lapangan untuk memantau kelayakan kendaraan setiap hari,” katanya. (igo) )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here