Jalan Penunjang Wisata Rusak Berat

258
Para petugas Dinas PU Kabupaten Garut, membersihkan rumput liar dan menimbun jalan berlubang di Jalan Cangkuang - Cikembulan, Senin (25/3). (PEPEN APENDI/RADAR GARUT)

RADARPRIANGAN.COM, GARUT – Jalan kabupaten antara persimpangan Cangkuang Kecamatan Leles sampai Cikembulan Kecamatan Kadungora, saat ini kondisinya rusak berat. Di beberapa titik, ruas jalan berlubang dan menjadi kubangan air. 

Jalan penunjang pariwisata itu kondisinya rusak, dikeluhkan oleh pengguna jalan termasuk wisatawan yang berkunjung ke Taman Satwa Cikembulan dan yang berkunjung ke Cagar Budaya Situ dan Candi Cangkuang yang masuk dari arah Kadungora.

Senin (25/3), para pegawai pemeliharaan jalan dari Dinas PUPR Garut, tampak membersihkan rumput liar di jalan itu termasuk menimbun sebagian jalan yang berlubang seadanya. Mereka sebatas melakukan pemeliharaan jalan, bukan memperbaiki jalan. Karena perbaikan jalan membutuhkan biaya besar.

“Kami sebatas melakukan pemeliharaan Jalan Kabupaten Cangkuang–Cikembulan, karena di pinggir jalan banyak tumbuh rumput liar. Sebetulnnya, Dinas PUPR sudah mengagendakan perbaikan Jalan Cangkuang–Cikembulan. Namun hingga saat ini belum terealisasi,” kata para pegawai pemelihara jalan Dinas PUPR Kabupaten Garut.

Selain Jalan Cangkuang-Cikembulan rusak berat, Jalan Kabupaten antara Mekarsari–Galumpit di Desa Cibunar Kecamatan Cibatu kondisinya sama rusak berat. Pengguna jalan pun banyak yang mengeluh terutama ketika turun hujan deras, beberapa titik ruas jalan licin dan berlumpur.

Kasi Kesra Pemdes Cibunar Rian Mulyana, Senin (25/3) mengungkapkan, masih ada warga yang belum paham atas status Jalan Mekarsari–Galumpit. Mereka ada yang menganggap, jalan itu statusnya jalan desa. Padahal status jalan merupakan jalan kabupaten. Artinya, pemeliharaan dan perbaikan jalan menjadi tanggung jawab pihak Dinas PUPR Kabupaten Garut.

“Saya sudah berupaya menjelaskan status Jalan Mekarsari–Galumpit sebagai jalan kabupaten. Pengguna jalan masih ada yang ngotot, perbaikan dan pemeliharaan jalan itu tanggung jawab pemerintah desa,” tutur Rian Mulyana.

Di turunan Cisela Cibunar, ruas jalan memang rusak berat. Tak sedikit pengendara motor yang terjatuh disaat turun hujan deras. Begitu pula di betulan Mekarsari dan titik lainnya. Kondisi jalan rusak berat. Di Gentengpacing, aparat pemerintah desa menerima informasi di tempat itu dibangun TPT melalui dana aspirasi. Tanah bekas galian TPT dipakai menimbun ruas jalan. Akibatnya, ketika turun hujan deras kondisi jalan licin dan berlumpur. (pap)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here