Cisewu Tertimbun Longsor, Akibatkan Jalan Rusak dan Pergeseran Tanah

195

CISEWU – Bencana longsor dan pergeseran tanah terjadi di Desa Sukajaya, Kecamatan Cisewu Senin sore (3/12/2018) menyebabkan terputusnya akses transportasi. Material longsor dari tebing menimbun jalan Provinsi di dua lokasi berbeda sehingga akses transportasi menjadi terputus.

Camat Cisewu, Doni menyebut, bencana longsor terjadi di Kampung Kersamenak, Desa Sukajaya RT 02/05 pada pukul 16.45 WIB. Terjadi hujan lebat yang mengguyur Kecamatan Cisewu sore kemarin sehingga tebing sepanjang 20 meter dengan ketinggian 15 meter menimbun badan jalan Provinsi.

Akibatnya, akses transportasi terputus total, baik roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas. Warga sekitar pun gotong royong mengevakuasi material longsor menggunakan peralatan manual.

“Untuk Sementara kendaraan roda dua dan aroda empat tidak bisa melintas. Upaya yang telah dilakukan pertama menghubungi PUPR Provinsi untuk meminta alat berat, kemudian gotong royong secara manual dengan menggunakan pacul,”kata Doni saat dihubungi kemarin sore.

Selain longsor, jalan provinsi juga mengalami pergerakan tanah di Kampung Ciencit RT 01 RW 01, Desa Sukajaya. Jalan Provinsi menjadi retak-retak dan bergeser sehingga seolah menjadi dua jalur.

Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka akibat longsor dan pergeseran tanah itu. Doni juga menyebut, longsor sebetulnya sudah terjadi pada Minggu malam sebelumnya, namun Senin sore kemarin yang paling parah.

Dihubungi terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut, Dadi Zakaria, membenarkan perihal bencana yang terjadi di Kecamatan Cisewu itu. Dadi Zakaria melalui staffnya Imat Ruhimat menambahkan, longsor juga terjadi di Kampung Giriwangi, Desa Sukajaya.

Material longsor juga menutup badan jalan Provinsi yang ada di Kampung Giriwangi. Selain jalan, satu warung kelontongan milik warga hanyut tergerus longsor.

Akibat pergeseran tanah yang terjadi di Kampung Ciencit, tiga kepala keluarga dievakuasi ke rumah saudaranya yang lebih aman. Karena dikhawatirkan pergeseran tanah mengancam keselamatan mereka. (fer)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here