Jahit Kembali Merah Putih

25
Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dan Presiden Joko Widodo berbincang saat acara buka puasa bersama di rumah dinas ketua MPR RI, Jumat (10/5). (FIN)

RadarPriangan.com, JAKARTA– Siapapun pemenang Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 harus mampu “menjahit” kembali persatuan dan kesatuan bangsa untuk memperkuat kebersamaan masyarakat. Pesan ini disampaikan Ketua MPR Zulkifli Hasan.

“Siapa pun yang menang harus menjahit kembali merah putih dan perkuat kebersamaan maka Indonesia menang,” kata Zulkifli dalam acara buka puasa bersama Presiden dan Wakil Presiden, di Rumah Dinas Ketua MPR, jalan Widya Chandra IV, Jakarta, Jumat (10/5).

Pria asal Lampung itu mengatakan MPR berkepentingan menjaga persatuan NKRI, kerukunan dan kebersamaan masyarakat. Zulkifli pun menceritakan dirinya di Pilpres 2019 tidak mendukung Jokowi sebagai calon presiden, namun ketika dirinya ke Istana Negara, disambut dengan baik oleh Jokowi.

“Saya tidak mendukung Pak Jokowi di Pilpres, namun ketika saya datang untuk menyampaikan acara buka puasa bersama, disambut baik. Itu menunjukan bisa menjahit kembali merah putih,” tuturnya.

Zulkifli mengatakan Indonesia telah memilih sistem demokrasi Pancasila, yang berdaulat adalah rakyat maka dilaksanakan Pemilu tiap lima tahun sebagai wujud kedaulatan rakyat. Karena itu, dia menilai pelaksanaan Pemilu merupakan hal yang biasa dalam sebuah negara demokrasi dan pasti ada pemenang dari hasil kontestasi tersebut.

Ia juga, mengimbau elite politik untuk bersikap dewasa dengan menempuh mekanisme hukum jika tidak puas atau menilai ada kecurangan pada penyelenggaraan pemilu presiden 2019. “Pemilu presiden, sudah terselenggara dengan baik, aman, lancar, dan kondusif, pada 17 April lalu. Hasilnya akan diumumkan secara resmi oleh KPU, pada 22 Mei mendatang,” imbuhnya.

Ditambahkannya, setelah KPU mengumumkan hasil Pemilu pada 22 Mei mendatang, kalau ada pihak-pihak yang menilai ada kecurangan atau ketidakpuasan, dapat melakukan gugatan hukum. “Dapat menempuh jalur hukum sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam aturan perundang-undangan,” katanya.

Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional ini menjelaskan, pemilu adalah proses demokrasi pemilihan pemimpin yang sudah terselanggara sejak lama di Indonesia. “Pemilu adalah proses demokrasi yang diselenggarakan secara rutin, hendaknya disikapi secara proporsional,” katanya.

Sementara itu Presiden Joko Widodo memastikan akan menghadiri buka puasa bersama di kediaman Ketua DPR RI Bambang Soesatyo bersama sejumlah pimpinan lembaga negara.

“Ya tadi kita sepakat bersama, di satu meja tadi pak Ketua MPR, ada juga Pak Wapres, ada juga Ketua DPD, ada juga pak Ketua DPR, Ketua MK juga sepakat, kita sepakat semuanya bahwa nanti pada hari Senin (13/5) kita akan berbuka puasa di tempatnya Pak Ketua DPR, Pak Bambang Soesatyo,” tuturnya Presiden menanggapi pertanyaan media terkait makna buka puasa bersama Zulkifli Hasan.

Sejumlah pejabat yang turut hadir pada acara itu antara lain Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, Wakil Ketua MPR RI Evert Ernest Mangindaan, Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang, Wakil Ketua MPR RI Muhaimin Iskandar, Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali, Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, serta Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tandjung. (ful/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here