Jadi Calon Kuat Ketua DPR RI, Puan Harus Bisa Memantaskan Diri

84

RadarPriangan.com, JAKARTA – Nama Puan Maharani digadang-gadang bakal menempati posisi sebagai Ketua DPR RI periode 2019-2024. Ini setelah PDI Perjuangan diprediksi bakal menjadi pemenang Pemilu 2019 dengan raihan 133 kursi parlemen. Selain itu, pengalaman di lembaga legislatif dan eksekutif dinilai pantas bagi Puan untuk menempati posisi tertinggi di Senayan.

Pengamat Politik Ujang Komarudin menyatakan, Puan menjadi sosok kuat jika merujuk pada ketentuan yang diatur Undang-undang Nomor 2 Tahun 2018 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3). Sesuai ketentuan tersebut, ketua DPR akan diduduki partai pemenang Pemilu 2019.

Selanjutnya, posisi empat wakil ketua harus berdasarkan Pasal 427 Ayat 1 Huruf B Undang-Undang MD3. Yakni, berasal dari partai politik sesuai perolehan kursi terbanyak di DPR. Akademisi Universitas Islam Al Azhar Jakarta ini menuturkan, tidak ada kriteria khusus untuk menempati posisi ketua.

Menurutnya, jika nanti Puan yang terpilih sebagai Ketua DPR, anak Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri tersebut harus memantaskan diri.

“Perkara politik bukan soal pantas dan tidak pantas. Tetapi lebih jauh dari itu. Yang melihat pantas atau tidaknya adalah masyarakat. Tetapi jika berkaca dari pengalaman sebelumnya, yang nantinya terpilih harus bisa memantaskan dirinya,” kata Ujang kepada Fajar Indonesia Network (FIN) di Jakarta, kemarin (14/5).

Pria yang juga menjabat Direktur Eksekutif Indonesia Poltical Review ini menerangkan, jika aturan yang ditetapkan sudah jelas, partai pemenang pemilu urutan selanjutnya tinggal menentukan siapa saja yang akan duduk sebagai wakil ketua.

“Tentunya orang yang dipilh bisa sebagai penyeimbang dalam menentukan kebijakan DPR ke depan,” jelas Ujang.

Terpisah, Wakil Ketua Umum DPP Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad mengaku jika partainya belum membahas secara intens siapa yang nantinya duduk di posisi wakil ketua DPR. Ia beralasan, saat ini Gerindra tengah fokus dalam mengawal pemilihan calon presiden yang belum rampung rekapitulasinya.

“Kami masih konsentrasi terhadap pleno rekapitulasi suara Pilpres 2019. Mungkin mendekati Oktober baru dibicarakan. Itu pun kami hanya mengikuti keputusan dari Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto,” ujar Sufmi.

Sebelumnya, Wasekjen DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade mengatakan ada dua kandidat kuat yang akan mengisi posisi wakil ketua. Yakni Ahmad Muzani dan Edhy Prabowo. Dua orang tersebut dinilai memiliki kapasitas dan pengalaman yang cukup. Saat ini, Muzani menempati Wakil Ketua MPR. Sedangkan Edhy adalah Ketua Fraksi di DPR.

Sementara itu, Wasekjen DPP PDIP Eriko Sitarduga menyebut partainya tidak ingin berandai-andai. Menurutnya, sampai saat ini belum ada keputusan resmi yang dikeluarkan partai terkait orang yang ditunjuk duduk sebagai ketua parlemen.

“Hanya saja, nama Puan Maharani memang dinilai sebagai calon kuat untuk saat ini,” kata Eriko.

Senada dengan Sufmi Dasco, Eriko mengaku saat ini pihaknya masih fokus pada penghitungan yang tengah dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hanya saja, ada sejumlah pertimbangan yang mengarah kepada Puan untuk menduduki posisi tersebut.

Eriko menyebut, Puan dinilai kuat karena memiliki banyak pengalaman. Bukan cuma di legislatif. Puan juga pernah menduduki posisi eksekutif sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK). Selain itu, Puan juga memiliki jam terbang yang cukup tinggi sebagai politisi.

“Kepemimpinan mbak Puan saat menjadi ketua Fraksi PDIP banyak yang membuat kami menjadi nyaman. Itu di internal kami ya,” tuturnya. Alasan lainnya, yakni memiliki hubungan baik dengan partai lain. Puan dinilai memiliki pola pendekatan yang efektif dengan partai lain ketika menjabat ketua fraksi. (khf/fin/rh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here