Israel tak Punya Hati!

189
Abdullah Abdul-Al, warga Palestina yang ditembak hingga tewas oleh pasukan pendudukan Yahudi dimakamkan di kota kelahirannya, Rafah, bagian selatan Jalur Gaza. (wafa/fin)

RadarPriangan.com, LONDON – Pemerintah dan militer Israel memang tak punya hati. Kekejamannya membunuh warga Palestina menjadi bukti, bahwa kekuasaan yang hanya dicari. Tak ada itikat baik, minimal bertoleransi di tengah umat muslim menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan.

Kelakuan Israel ini pun menyulut kemarahan warga Kota London. Kemarin (12/5) mereka memperlihatkan solidaritas buat rakyat Palestina, sekaligus memperingati 71 tahun pengungsian besar rakyat Palestina, atau Nakba 1948-ketika 700 ribu orang Palestina dipaksa meninggalkan rumah mereka.

Protes tersebut dipimpin oleh pegiat kenamaan Palestina, Ahed Tamimi, yang direkam sedang menampar tentara Israel di pintu masuk rumah perempuan itu di Palestina. Ahed dijebloskan ke dalam penjara selama delapan bulan setelah ia mengaku melakukan serangan dan dibebaskan pada Juli lalu. Ia disambut oleh kerumunan pendukungnya yang meneriakkan slogan.

Kegiatan di London, yang diselenggarakan oleh Kampanye Solidaritas Palestina (PSC), menampilkan pembicara yang menyerukan keadilan buat rakyat Palestina dan diakhirinya 12 tahun blokade Israel atas Jalur Gaza, demikian laporan Kantor Berita Palestina, WAFA.

Pemrotes juga mengutuk serangan baru-baru ini terhadap Jalur Gaza, yang menewaskan 26 orang Palestina. “Ada! Melawan! Pulang!” dan “Kebebasan buat Palestina”, demikian tulisan pada beberapa spanduk. Sebagian pemrotes direkam mengatakan, “Inggris lah yang mestinya melindungi hak seluruh manusia! Tapi negeri ini gagal.”

Satu kelompok yang pro-rakyat Yahudi juga menghadiri pertemuan terbuka itu untuk mendukung hak asasi rakyat Palestina. Sementara itu Abdullah Abdul-Al (24) warga Palestina yang ditembak hingga tewas oleh pasukan pendudukan Yahudi selama kemarin dimakamkan di kota kelahirannya, Rafah, bagian selatan Jalur Gaza.

Abdul-Al dilaporkan menderita luka tembak parah di panggulnya oleh pasukan Israel, demikian laporan Kantor Berita Palestina, WAFA, Ahad siang. Sedikitnya 32 orang lagi cedera oleh peluru aktif Israel, termasuk empat anak kecil selama protes tersebut.

Sementara itu tiga surat kabar Arab Palestina di halaman depan mereka menyoroti pembunuhan satu orang Palestina oleh militer Israel selama protes Pawai Akbar Kepulangan di perbatasan Jalur Gaza dengan Israel, tindakan yang juga melukai puluhan orang Palestina.
Harian tersebut mengatakan lelaki yang berusia 24 tahun dari Rafah ditembak hingga tewas sementara 32 orang lagi cedera akibat diterjang peluru aktif, termasuk empat anak kecil dan seorang petugas medis.

Ketiga surat kabar itu juga mengatakan Dewan Keamanan PBB mengutuk kebijakan permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki. Koran Al-Qudsmelaporkan 14 dari 15 anggota Dewan Keamanan mengutuk permukiman sebagai tidak sah dan menghambat perdamaian di Timur Tengah, sementara pada saat yang sama menyeru Israel agar menghentikan semua kegiatan semacam itu, yang bertentangan dengan hukum internasional. Hanya Amerika Serikat satu-satunya negara yang menyuarakan dukungan buat kegiatan tidak sah Israel.

Surat kabar tersebut mengutip utusan AS Jason Greenblatt, yang menyerang PBB karena menentang permukiman tidak sah. Ia berkeras kegiatan itu tidak menghambat perdamaian. Harian Al-Ayyam mengutip Menteri Luar Negeri Palestina Riyad Al-Malki, yang mengatakan kepada peserta sidang bahwa apa yang disebut kesepakatan abad ini AS adalah rencana untuk penyerahan dan bukan untuk mencapai kesepakatan perdamaian.

Al-Hayat Al-Jadida melaporkan satu orang Palestina Kristen dari Jifna di dekat Ramallah datang ke Masjid Al-Aqsha untuk membantu mengatur puluhan ribu orang Muslim yang bermaksud menunaikan shalat.

Ketiga surat kabar itu juga menyoroti Shalat Jumat pertama selama Ramadhan di Masjid Al-Aqsha di Jerusalem dan mengatakan sebanyak 200.000 orang Muslim dari seluruh wilayah Palestina yang diduduki dan dari dalam Israel menghadiri shalat di Masjid Al-Aqsha, tempat suci ketiga umat Muslim setelah Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah Al-Munawarrah. (waf/ful/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here