Insya Allah, Ramadan dan Lebaran Tahun Ini Bersamaan

175
Sejumlah petugas sedang mengamati rukyatul hilal untuk penentuan awal bulan Ramadan tahun ini di Gedung Kanwil Kemenag Prov. DKI Jakarta, Minggu (5/5/2019). (Iwan Tri Wahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWORK)

RadarPriangan.com, JAKARTA – Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1440 Hijriah jatuh pada Senin (6/5). Penetapan ini berdasarkan Sidang Isbat yang dipimpin Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Kementerian Agama, Jakarta, Minggu (5/5).

Sejumlah perwakilan turut hadir dalam penetapan 1 Ramadan 1440 Hijriah seperti ormas PBNU, PP Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher, dan Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar.

Tak hanya itu, ikur hadir juga Duta Besar negara-negara sahabat, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama, dan Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama.

Menteri Agama Lukman Hakim mengatakan, seletelah melakukan Sidang Isbat disepakati penetapan 1 Ramadan 1440 Hijriah pada Senin (6/5). Sebelum dilalukan Sidang Isbat bersama-sama diikuti dengan seksama pemaparan posisi hilal dilihat seluruh wilayah Indonesia.

“Setelah Magrib kita mulai Sidang Isbat, diikuti oleh para pimpinan Ormas Islam, ahli Lapan, BMKG, dan pimpinan badan hisap Kemenag, hadir juga Dubes negara sahabat,” kata Lukman Hakim di Kemenag, Jakarta, Minggu (5/5).

Sidang Isbat yang digelar Minggu malam (5/5) di Kantor Kemenag, Jakarta. (Iwan Tri Wahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWORK)

Dia menjelaskan, dalam Sidang Isbat juga diawali pemaparan posisi hilal yang berada pada 4 derajat 30 menit 59 detik. “Ini adalah posisi hilal berdasar hisab, sebuah metode untuk mengetahui posisi hilal,” jelasnya.

Dalam Sidang Isbat digunakan dua metoda rukyah dan hisab. Untuk dipahami bersama dua metode ini bukanlah saling untuk dibenturkan, tetapi kedua metode saling melengkapi satu sama yang lain.

Setelah mendengarkan hitungan hisab, kata Lukman, pihaknya kemudian dikonfirmasi dengan hasil pengelihatan secara langsung oleh petugas di 102 titik di seluruh Indonesia dan terdapat 9 petugas yang menyampaikan kesaksiannya di bawah sumpah. Yakni petugas dari Bangkalan, Lamongan, Gresik, Makassar, Kabupaten Brebes, dan Sukabumi Jawa Barat. Kesembilan petugas melaporkan bahwa mereka melihat hilal.

“Karenanya, dan mendengar kesaksian petugas kita, sepakat menetapkan 1 Ramadan 1440 H jatuh pada esok hari, Senin 6 Mei 2014,” jelasnya.

Sidang Isbat ini sudah menjadi tradisi puluhan tahun yang dilakukan pemerintah sebagai wujud Fatwa MUI yang menyatakan bahwa penetapan 1 Ramadan dan 1 Syawal dilakukan pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama.

“Dan tentu kita berharap mudah-mudahan hasil Sidang Isbat ini akan mengawali puasa secara bersama-sama seluruh umat Muslim , sehingga wujud kebersamaan sesama anak bangsa,” tutupnya.

Sementara, perwakilan Majelis Ulama Indonesia, KH Abdullah Jadi berharap dengan penetapan 1 Ramadan 1440 Hijriah umat muslim seluruh Indonesia dapat menjalankan ibadah puasa secara bersama-sama. “Besok kita akan memulai puasa Ramadan, kita bersyukur kepada Allah SWT, kita dapat memulai awal Ramadan dan Idul Fitri secara bersama-sama,” katanya.

“Di awal memulai awal Ramadan marilah kita lakukan ibadah puasa dengan iman dan kesungguhan, membentuk karakter kita sebagai muslim,” jelasnya.

Selain itu, kata Abdullah, tentunya harapan MUI bahwa Ramadan tahun ini yang dalam suasana perhitungan suara pemilu, semua umat muslim selama menjalankan ibadah Ramadan dapat mengendalikan diri.

“Semoga Ramadan kita memberikan barakah, kondisi yang kondusif, aman tenteram damai, persaudaraan sesama muslim, bangsa sehingga kita dapat membangun bangsa RI ke depan lebih baik,” tutupnya.

Sebelumnya, dalam Sidang Isbat Kemenag mengawalinya dengan mendengarkan pemaparan dari tim hisab dan rukyah terkait posisi hilal menjelang awal Ramadan. Sidang ini dijadwalkan berlangsung setelah ada laporan hasil pengamatan hilal dari lokasi pemantauan. (lan/fin/wsa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here