Ini 4 Kecamatan di Garut yang akan Dilintasi Jalan Tol Bandung-Cilacap

323
Jalan tol Bandung-Cilacap akan melintasi Kabupaten Garut sepanjang 27 Km dengan exit tol Kadungora dan Cilawu. (Ilustrasi: ist)

Pemkab Lakukan Sinkronisasi Jalan Penghubung Exit Tol

RadarPriangan.com, GARUT – Seiring dengan rencana pembangunan tol Bandung-Cilacap yang melintasi Garut, Pemkab Garut memproyeksikan penyesuaian jalan penghubung dari keluar gerbang tol. Demikian diungkapkan Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, kepada wartawan di ruang kerjanya, kemarin (1/10).

“Pemkab juga akan menyinkronkan exit tol dengan jalur di Garut. Biar tidak terjadi kemacetan juga,” kata Helmi.

Jika akses tol sudah dibuka, waktu tempuh dari Bandung menuju Garut diprediksi hanya membutuhkan satu jam. Keuntungan lainnya, akses ke tempat wisata di Garut akan lebih mudah.

Waktu tersebut lebih cepat ketimbang biasanya dengan jalur yang ada saat ini, waktu tempuh Bandung-Garut mencapai dua jam. Bahkan bisa sampai enam jam jika terjadi kemacetan.

Untuk jalur tol yang melintasi Garut, lanjutnya, diperkirakan mulai dari wilayah Kadungora, Banyuresmi, Garut Kota, dan Cilawu. Panjang tol di Garut sepanjang 27 kilometer.

“Hasil rapat kemarin di Bandung jalurnya dari Gedebage ke Majalaya baru masuk ke Kadungora. Nanti ada dua gerbang tol di Garut. Kalau daerah lain kan hanya satu,” katanya.

Lanjutnya, untuk pembebasan lahan sendiri menjadi kewenangan pemerintah pusat. Penentuan lokasi (penlok) juga belum ditentukan secara spesifik.

“Mungkin masih bisa bergeser. Cuma info yang saya terima gambaran umumnya dari Kadungora sampai Cilawu,” ujarnya.

Helmi mengatakan, Pemkab Garut hanya membantu kelancaran pembebasan lahan. Rencananya pembebasan lahan dimulai pada 2020. Selain itu,

Menanggapi keresahan beberapa pedagang yang berada di jalur Garut – Bandung atau wilayah perlintasan antar kota mengenai potensi kehilangan pelanggan, Helmi menilai keberadaan tol justru berpotensi untuk lebih mendorong sektor ekonomi Garut, seiring semakin diminatinya wisata di Garut.

Menurutnya, dengan adanya jalan tol tidak akan merubah keramaian untuk di Garut. Namun pergeseran keramaian bisa saja terjadi di beberapa titik, khsusunya di sekitar exit tol.

Helmi berharap, branding untuk gerbang keluar dari tol Bandung-Cilacap bisa memakai nama-nama yang menjadi ikon Garut.

“Kalau ada nama Garutnya di tol, jadi tahu ada tujuan ke Garut. Tapi sekarang kan belum ditentukan namanya. Mudah-mudahan jadi bagian tujuan masyarakat wisata dengan adanya tol,” pungkasnya. (erf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here