Indonesia Tanpa Gelar di BAC 2019

146
Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon runner-up pada Badminton Asia Championships (BAC) 2019. (Dok. PBSI)

RadarPriangan.com, WUHAN – Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon hanya finish sebagai runner-up pada Badminton Asia Championships (BAC) 2019. Di final, duet dengan sebutan Minions itu takluk pada ganda Jepang Hiroyuki Endo-Yuta Watanabe dengan skor 18-21, 3-21.

Pada laga yang berlangsung di Wuhan Sports Center China, Minggu, Minions sempat menguasai kendali permainan pada game pertama dan menciptakan selisih skor yang cukup jauh, meski akhirnya harus terkejar dan kalah.

Game kedua seolah menjadi neraka bagi Minions. Keduanya bermain sangat buruk. Mereka terus menerus tertekan hingga sempat tertinggal sangat jauh 1-11 saat jeda interval.

Selepas jeda, asisten pelatih ganda putra PBSI, Aryono Miranat sempat memberikan instruksi kepada Kevin/Marcus. Namun, yang terjadi justru di luar dugaan. The Minions hanya mendapat dua tambahyan poin saja hingga akhirnya kandas 3-21. Catatan yang sangat buruk bagi Kevin/Marcus.

Kekalahan ini membuat puasa gelar Minions berlanjut. Sebelum berlaga di BAC 2019, ganda putra peringkat satu dunia itu sudah tiga kali gagal naik podium tertinggi. Ketiganya saat berlaga di All England, Malaysia Open, dan Singapore Open 2019.

Ini sama persis dengan rekor buruk Kevin/Marcus pada 2017 silam. Dua tahun lalu, peraih medali emas Asian Games 2018 itu juga sempat puasa gelar pada empat turnamen berturut-turut yakni di Singapore Open, Indonesia Open, BWF World Championships, dan Korea Open 2017.

Selain menjadi catatan buruk bagi Kevin/Marcus, kekalahan ini juga membuat bulutangkis Indonesia kembali tercoreng. Kegagalan di BAC 2019 menjadikan tim Merah Putih gagal membawa pulang trofi juara di tiga turnamen beruntun yakni Malaysia Open, Singapore Open dan BAC 2019.

Kekalahan Kevin/Marcus ini membuat Indonesia kembali paceklik gelar pada BAC. Kali terakhir ada wakil Merah-Putih yang jadi juara pada 2015 silam lewat Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (ganda campuran).

Sementara, Jepang keluar sebagai juara umum berkat tiga gelar. Cina selaku tuan rumah menguntit dengan dua trofi. Pasangan Jepang ini kurang lebih pola mainnya sama dengan (Takeshi) Kamura/(Keigo) Sonoda.

“Namun, hari ini, Endo/Watanabe lebih siap dari kami. Ke depannya, kami harus bisa bermain lebih sabar kalau menghadapi mereka,” kata Kevin. (wsa/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here