Indonesia Gagal ke Final

35
Markus/Kevin menyumbang 1 point untuk Indonesia yang menang straight game atas Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, 21-14, 21-18. (Media Official)

RadarPriangan.com, NANNING – Tim bulutangkis Indonesia gagal melangkah ke babak final Piala Sudirma 2019. Kepastian itu setelah tim Merah Putih dikalahkan Jepang di babak semifinal.

Dalam pertarungan yang berlangsung di Guangxi Sports Center Gymnasium, Nanning, China, Sabtu (24/5), Hendra Setiawan dan kawan-kawan menelan kekalhan atas Jepang dengan skor 1-3.

Indonesia berhasil lebih dulu unggul 1-0 atas Jepang lewat pasangan ganda putra, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang sukses mengalahkan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dalam dua game langsung dengan skor 21-14 dan 21-18.

Terlihat, pasangan ganda putra peringkat satu dunia itu memang lebih mendomniasi jalannya pertandingan sejak awal permainan. Bahkan, pasangan yang kerap dijuluki The Minions itu, terlihat tak memberikan sedikitpun kesempatan lawan untuk mengembangkan permainannya di game pertama.

Namun, di game kedua terlihat Kevin/Marcus sedikit mendapatkan perlawanan berarti dari Kaura/Sonoda. Hal itu terlihat lantaran pertandingan berlangsung sengit dan selisih poin tak pernah terpaut jauh.

Kevin/Marcus mengakui bahwa mereka sudah mengetahui kekurangan dan kelebihan Kamura/Sonoda dari beberap kali pertemuan sebelumnya, begitu-pun sebaliknya. Namun, kesiapan dalam bertarung menjadi kunci kemenangan kali ini.

Ya, ini merupakan pertemuan ke-14 bagi kedua pasangan. Delapan diantaranya telah dimenangkan Kevin/Marcus, termasuk pertemuan terakhir di Badminton Asia Championships 2019 yang berakhir dengan tiga game dengan skor 15-21, 21-17, 21-15.

“Kami lebih siap dari start awal, kami sudah sering ketemu mereka, kami sudah tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing, mereka juga tahu kelebihan dan kekurangan kami. Hari ini kami lebih siap dan lebih sabar,” tutur Kevin seperti dikutip Fajar Indonesia Network (FIN) dari situs resmi PBSI, Sabtu (25/5) kemarin.

“Kami memang ditargetkan, kami turun itu wajib menang, kami senang bsia menyumbang satu poin untuk Indonesia dan tim, penginnya yang lain juga bisa memberikan yang terbaik, walau tidak diandalkan tapi bisa menyumbang angka,” sambung Marcus.

Jepang berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung dikalahkan Akane Yamaguchi. Dalam partai kedua itu, Gregoria kalah dengan skor 21-13 dan 21-13.

Penampilan Gregoria dalam laga tersebut memang tak sesuai dengan harapannya, ia tidak bisa mengembangkan permainan dan banyak melakukan kesalahan sendiri. Sebenarnya, Gregoria pernah mengalahkan Yamaguchi di Asian Games 2018 lalu. Namun, dalam laga kali ini, diakui Gregoria, Yamaguchi lebih mempercepat tempo permainan.

“Dia sudah tahu cara untuk melawan saya bagaimana. Dari saya juga nggak ada perubahan, kesalahannya nggak jauh beda sama pertemuan terakhir. Kelihatan banget saya nggak tahan sama reli-relinya dia,” ungkap Gregoria.

“Untuk permainannya sebenarnya tidak banyak berbeda, lawan adalah pemain yang ulet, mau ngadu, di dua pertemuan terakhir dia lebih mempercepat tempo main. Waktu di Asian Games dia mengikuti permainan saya,” sambungnya menegaskan.

Di partai ketiga Indonesia kembali menelan kekalahan, kali ini Anthony Sinisuka Ginting yang gagal menyumbangkan poin untuk Merah Putih. Wakil tunggal putra Indonesia itu kalah dari Kento Momota dalam dua set langsung dengan skor 21-17 dan 21-19.

Peluang Anthony untuk memenangkan pertandingan sebenarnya terbuka lebar. Pasalnya beberapa kali, Anthony kerap membuat pemain nomor satu dunia itu jatuh bangun. Akan tetapi, banyak kesalahan-kesalahan sendiri dari Anthony yang membuat angka Momota terus bertambah.

“Tadi over-all saya main lebih baik dibanding waktu lawan (Viktor) Axelsen. Pertemuan sebelumnya memang lebih seringnya ketat. Saya lihat dari poinnya dari awal sampai akhir kejar-kejaran,” kata Anthony setelah pertandingan.

“Di game kedua saat poin-poin kritis, saya merasa dia lebih inisiatif untuk menyerang. Sebelum di poin kritis, dia banyak main reli dan ngasih saya kesempatan untuk menyerang. Di game kedua 18-18 dia dapat lucky ball, sama-sama tegang pasti. Agak nyesal sih, sebenarnya masih bisa,” tambahnya.

Pertarungan kedua pemain ini memang selalu dinanti, permainan Momota dan Anthony memang sangat menarik untuk disaksikan. Anthony juga mengaku tak terlalu memikirkan tekanan dalam turnamen beregu ini, karena dukungan dari rekan-rekannya membuat Anthony lebih menikmati permainan.

“Tegang pasti ada, pressure sih tidak. Pertandingan ini kan sudah menentukan, kalau kalah langsung gugur. Siapa yang diturunkan hari ini, pasti maunya menyumbang angka. Saya mencoba untuk enjoy saja, kalau main beregu lebih enjoy, kalau lihat ke belakang ada teman-teman yang bersorak, teriak-teriak, jadi nggak mau mengecewakan dan menyia-nyiakan kesempatan yang PBSI kasih ke saya, dipercaya turun hari ini,” jelasnya.

Sayang, di partai keempat Indonesia yang menurunkan pasangan ganda putri, Greysia Polii/Apriyani Rahayu gagal meraih kemenangan dari Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara untuk bisa menyamakan kedudukan.

Ganda putri andalan Indonesia itu kalah dari pasangan peringkat satu dunia asal Jepang itu dalam dua game langsung denga skor 15-21 dan 17-21.

Kekalahan, Greysia/Apriyani ini menjadi penentu kemenganan Jepang atas Indonesia dengan skor 3-1. Selanjutya, tim negeri Sakura itu bakal menghadapi tuan rumah China yang lebih dulu melangkah ke final usai mengalahkan Thailand 3-0 di Semifinal. (gie/der/fin)

Berikut hasil pertandingan Indonesia vs Jepang:
Ganda Putra
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo vs Takeshi Kamura/Keigo Sonoda: 21-14, 21-18
Tunggal Putri
Gregoria Mariska Tunjung vs Akane Yamaguchi: 13-21, 13-21
Tungal Putra
Anthony Sinisuka Ginting vs Kento Momota: 17-21, 19-21
Ganda Putri
Greysia Polii/Apriyani Rahayu vs Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara: 15-21, 17-21

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here