Imam Masjid Indonesia Diakui Dunia Internasional

78
H Syafrudin, wakil ketua Dewan Masjid Indonesia

JAKARTA- Dewan Masjid Indonesia (DMI) menyatakan, kualitas imam masjid Indonesia sangat baik sehingga dunia internasional mengakuinya. Hal itu terbukti, banyaknya permintaan dari dunia internasional agar Indonesia mengirimkan imam.

Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) H Syafruddin mengatakan, imam masjid Indonesia saat ini sudah diakui dunia internasional. Sebagai contoh kata dia, Emir Qatar melalui DMI meminta imam-imam Indonesia untuk mengajar dan menjadi pemimpin di masjid mereka.

“Bahkan saat saya berkunjung ke Uni Emirat Arab, dubes kita (Indonesia) mengatakan permintaan imam asal Indonesia sangat tinggi,” kata Syafruddin di Jakarta, Selasa (5/3).

Menurut Syafruddin, hal ini merupakan kesempatan baik bagi Indonesia untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Islam itu penuh kedamaian. Terlebih kata dia, imam masjid merupakan motor penggerak untuk melahirkan manusia yang beriman, bertaqwa, dan berahlak mulia.

“Membangun masjid merupakan hal penting, tetapi membangun manusia yang mau bersujud itu jauh lebih penting dan memerlukan waktu lebih lama daripada membangun masjid,” kata Syafruddin yang juga Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ini.

Syafruddin juga meminta para imam masjid untuk terus menjaga persatuan antara umat beragama di Indonesia, termasuk saling membantu dengan sesama organisasi Islam yang ada karena organisasi Islam yang kuat menjadi modal utama bangsa Indonesia menghadapi tantangan yang ada.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Islam, Kemenag, Muhamadiyah Amin meminta, imam masjid se-Indonesia turut serta mensyiarkan moderasi beragama untuk kebersamaan umat.

“Imam masjid yang sekaligus adalah mubaligh perlu terus menyiarkan paham moderasi beragama untuk kebersamaan umat,” kata Amin.

Amin juga mengingatkan, pentingnya para imam masjid untuk memahami karakteristik jemaah dengan berbagai keragamannya agar mampu menyampaikan syiar dengan cara yang tepat.

“Pada hakikatnya, melalui mimbar masjid, seluruh umat Islam diingatkan agar bersatu dalam akidah dan ibadah. Toleran dalam masalah-masalah furu`iyyah, serta mengedepankan prinsip saling melindungi dalam menjalankan muamalah dan ukhuwah,” pungkasnya. (der/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here