Heboh Jenazah Diantar Pakai Taksi Online, ini Jawaban RSUD

292
RSUD dr Slamet Garut membantah adanya tarif ambulan hingga Rp900 ribu. (MUHAMAD ERFAN/RADAR GARUT)

RadarPriangan.com, GARUT – Beberapa hari lalu viral tentang keluarga yang membawa jenazah menggunakan taksi online, karena mahalnya tarif ambulan dari pihak RSUD dr Slamet Garut.

Menanggapi informasi tersebut, manajemen RSUD dr Slamet Garut menyebut hal tersebut terjadi karena tak adanya komunikasi lanjutan dari pihak keluarga untuk menggunakan mobil jenazah.

Saat itu, Rabu (1/5), Dandi warga Banjarwangi harus menggunakan taksi online untuk mengantar jenazah ibunya ke rumah duka.

Dandi disebut tak sanggup membayar biaya ambulans sebesar Rp900 ribu. Akhirnya ia pun memilih menggunakan jasa taksi daring dengan membayar sebesar Rp400 ribu.

Humas RSUD dr Slamet Garut Iwa Kartiwa membantah membiarkan pihak keluarga mengangkut jenazah dengan taksi online.

Menurutnya, ketika peristiwa itu terjadi, dalam waktu bersama dua mobil jenazah sedang digunakan untuk mengantar jemput ke Kecamatan Cibiuk dan Bandung.

Iwa mengatakan, merujuk Perbup nomor 764 tahun 2011, ongkos ambulan dari rumah sakit menuju Banjarwangi sekitar Rp400 ribu.

“Soal adanya tarif Rp900 ribu itu masih kami telusuri. Tapi untuk tarif itu sesuai yang terpampang sebesar Rp400 ribu,” kata Iwa di RSUD dr Slamet Garut, Kamis (9/5).

Regulasi mengenai ongkos ambulan per 10 kilometer ditarif Rp100 ribu. Apabila jaraknya di atas 10 kilometer, maka ditambah sebesar Rp2.500 per kilometer.

“Itu tambahan per kilometernya dihitung pulang pergi. Jadi untuk ke Banjarwangi kalau dihitung biayanya sebesar Rp400 ribu,” katanya.

Lanjutnya, keringanan dan pembebasan biaya dalam penggunaan ambulan bisa dilakukan dengan beberapa syarat, di antaranya melampirkan surat keterangan tidak mampu (SKTM).

Sementara jika situasinya darurat, persyaratab bisa ditunda untuk diproses nantinya. (erf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here