Harga Sayuran dan Daging Mulai Merangkak Naik

146
Petani Sayuran Brokoli di Lembang memanen hasil tanamannya untuk dipasarkan keberbagai pasar tradisional. (Jabar Ekspres)

RadarPriangan.com, BANDUNG – Ombudsman Perwakilan Provinsi Jawa Barat mengapresiasi stabilitas harga dan ketersediaan pasokan kebutuhan pokok masyarakat di Kota Bandung. Namun demikian, pemerintah diminta mengantisipasi lonjakan harga yang biasanya terjadi satu pekan jelang Lebaran.

Kepala Ombudsman Perwakilan Jawa Barat Haneda Sri Lastoto mengingatkan pemerintah agar mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok satu pekan jelang Lebaran. Biasanya, harga kebutuhan pokok masyarakat mengalami kenaikan. Terutama barang seperti daging, ayam, kentang, dan lainnya.

Kendati demikian, pihaknya mengapresiasi harga sembako yang saat ini cenderung stabil. Hasil pantauan harga di Pasar Ciroyom dan Cihapit di Kota Bandung pada akhir pekan kemarin, menunjukkan harga stabil dan pasokan aman.

“Berdasarkan hasil inspeksi kami di Pasar Ciroyom dan Cihapit Kota Bandung, menunjukan ketersediaan bahan pokok menjelang minggu kedua bulan Ramadhan terpantau tersedia dan mudah,” kata dia.

Haneda menyebut, berda­sarkan hasil inspeksi, rata-rata ketersediaan dari bahan pokok tersebut cenderung tidak langka pada minggu ini. Sementara itu, bawang putih sempat kosong dan naik cukup tinggi minggu lalu, namun saat ini sudah kembali normal. Bahkan, harga-harga bahan pokok yang disurvei pada minggu ini cenderung ada penurunan dari minggu lalu termasuk bawang putih dan ayam.

Sedangkan, suplai stok ba­han pokok berdasarkan hasil wawancara dengan pedagang, kata dia, masih lancar dan tersedia pada minggu kedua bulan Ramadhan. Permin­taan terhadap daging cen­derung bertambah pada bu­lan Ramadhan, sedangkan bahan pokok cenderung menurun pada minggu kedua bulan Ramadan.

Sementara itu, para pedagang sayuran mengeluhkan me­lonjaknya harga tomat sejak sebulan terakhir. Di tingkat pengecer, harga tomat men­capai Rp12.000 – 14.000 per kilogram (kg).

Berdasarkan pantauan di Pasar Antri, Kota Cimah, Jawa Barat (Jabar)i harga tomat dijual di harga Rp14.000 dari harga normal Rp7.000/kg. Hal ini membuat pedagang mengurangi stok dagangannya.

”Saya terpaksa mengurangi stok, biasa mengambil 75 ki­logram sehari, sekarang hanya 25 kilogram saja,” ujar Asep (30).

Asep mengatakan, kenaikan harga ini juga berdampak terhadap penjualan tomat di kiosnya. ”Biasanya tukang jus kalau beli tomat itu 5 kilogram sekali beli, sekarang belinya hanya 2 kilogram saja, iya lumayan berkurang penjua­lannya,” katanya.

Hal serupa juga dikatakan Ace, 26, ia bahkan hanya mengambil 5 kilogram tomat sejak harganya menembus Rp12.000.

”Saya juga tidak tahu, kenapa harganya bisa naik, ya sekarang mengan­dalkan dari sayuran yang lain saja untuk dijual,” ujarnya.

Sementara itu, harga tomat di tingkat petani melesat dua kali lipat dari Rp4.000-Rp5.000 ke harga Rp10.000/kg.

Seorang petani di sentra pertanian Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Iseng Suhendri mengatakan, kenaikan harga disebabkan stok tomat terbatas akibat tanamannya banyak yang rusak karena gangguan hujan.

”Dari tingkat pengepul sudah dijual Rp11.000 per kilogram, kalau di pasar bisa mahal lagi. Diprediksi, harga tomat akan bertahan hingga bulan puasa,” katanya.

Iseng menuturkan tingginya intensitas hujan dalam sebu­lan terakhir ini menjadi penyebab lahan pertanian tomat seperti di Cibodas mengalami gagal panen.

Menurut Iseng, tomat menjadi mudah busuk, terserang hama dan sebagian lagi mati karena terus menerus diguyur hujan.

”Jumlah petani yang menanam tomat sedikit, paling ada beberapa orang saja, saya juga enggak tanam. Bagi yang tanam, melonjaknya harga tomat tersebut merupakan berkah, bisa mendapat untung yang lebih besar,” ujarnya.

Bukan Hanya tomat, harga sayuran brokoli pun merangkak naik menjadi Rp9.000 dan sawi Rp3.000 per kilogram. Iseng menyebut normalnya bro­koli dijual Rp6.000 dan sawi Rp1.500 per kilogram.

”Tomat, brokoli dan sawi adalah jenis sayuran yang mudah rusak karena terserang hujan sehingga sebabkan harganya jadi naik,” ujarnya. (yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here