Hadapi Musim Hujan, BPBD Mulai Lakukan Mitigasi Bencana

52
TB Agus Sofyan

RadarPriangan.com, GARUT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut saat ini tengah memitigasi daerah selatan Kabupaten Garut. Hal tersebut dilakukan untuk menghadapi musim penghujan yang diperkirakan akan mulai turun di akhir Oktober 2019.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada BPBD Garut, Tubagus Agus Sofyan menyebut langkah mitigasi dalam menghadapi musim penghujan di selatan Garut disebutnya wajib dilakukan. “Potensi kerawanan bencana sangat banyak di sana. Mulai longsor, pergerakan tanah, hingga banjir,” ujarnya, Selasa (1/10).

Ia menyebut bahwa di setiap hujan turun dengan intensitas rendah apalagi tinggi, kejadian longsor hampir selalu terjadi di sejumlah titik di Garut Selatan. Kejadian itu sendiri dipicu oleh beberapa faktor, mulai dari alam hingga dampak dari ulah manusia yang melakukan pembalakan hutan.

“Beberapa daerah di wilayah selatan ini tidak sedikit yang beralih fungsi dari yang seharusnya masih ditanami pohon tegakan atau daerah resapan air menjadi wilayah perkebunan hingga ladang dan pesawahan. Tentunya ini menjadi persoalan dan bisa memicu terjadinya bencana ketika musim huja tiba,” katanya.

Langkah mitigasi sendiri, lanjut Tubagus, menurutnya dilakukan untuk meminimalisasi dampak akibat bencana hingga langkah tepat ketika bencana terjadi. Diluar itu, pihaknya juga memberikan pemahaman kepada warga dari sejumlah ancaman bencana selama musim hujan.

“Di wilayah selatan ini masih banyak perkampungan yang posisinya berada di daerah rawan bencana. Kita masuk juga kesana untuk memberikan pengetahuan dan langkah apanyang harus dilakukan. Minimalnya warga ini bisa memperkirakan kapan bencana akan datang dilihat dari curah hujannya,” jelasnya.

Berkaca dari kejadian yang terjadi di 2018, pihaknya melakukan mitigasi di lokasi-lokasi yang memiliki potensi tinggi terjadi becana.

“Tapi memang di wilayah selatan ini seluruh rawan. Dan meski penguatan kita di wilayah selatan Garut, di utara juga perkotaan kita juga lakukan langkah serupa. Karena di 2016 saja banjir bandang yang banyak memakan korban terjadi dibwilayah perkotaan,” katanya.

Dengan kondisi tingginya ancaman kebencanaan itu ia mengimbau kepada aparatur kecamatan dan desa serta masyarakat yang tinggal di daerah yang terdapat ancaman itu untuk selalu memperhatikan peringatan yang dikeluarkan oleh aparat yang berwenang dan harus meningkatkan kesiapsiagaan.

Ia memastikan jika ada perkembangan lebih lanjut akan langsung menginformasikan kepada aparat di kecamatan dan desa sehingga bisa melakukan antisipasi nyata saat munculnya ancaman guna meminimalisasi korban.

“Masyarakat saya imbau untuk tidak terpengaruh dengan informasi yang datangnya bukan dari aparat yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya sehingga kemudian malah menimbulkan potensi yang merugikan. Jika kemudian dari aparat terkait mengeluarkan peringatan, maka peringatan tersebut dipastikan bersamaan dengan langkah-langkah yang dilakukan, apakah evakuasi, atau seperti apa nantinya,” katanya. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here