Habibie Turun Tangan

145
Presiden ke-3 Republik Indonesia (RI), Prof. Dr. Ing. Baharuddin Jusuf (BJ) Habibie bertemu dengan Presiden Joko Widodo, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (24/5). (SESKAB FOR FIN)

Wiranto: Kalau Dilaksanakan, Saya Hormat dengan Prabowo!

RadarPriangan.com, JAKARTA – Presiden ke-3 Republik Indonesia (RI), Prof. Dr. Ing. Baharuddin Jusuf (BJ) Habibie turun tangan. Ini menyikapi kondisi bangsa saat ini. Secara tertutup tokoh sentral pada massa kepemimpinan Presiden Soeharto itu pun menitipkan beberapa pesan yang disampaikan langsung ke Presiden Joko Widoodo.

Kepada wartawan, Habibie menyampaikan ucapan selamat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah meraih suara terbanyak dalam Pemilihan Presiden (Pilpres), 17 April 2019 lalu. “Saya datang kemari, pertama ingin mengucapkan selamat kepada Presiden, bahwa rakyat telah menentukan. Beliau ujung tombak generasi penerus,” kata Habibie, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (24/5).

Menurut Habibie, dirinya dan Presiden Jokowi sepakat bahwa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, dan stabilitas, dan proses pemerataan, dan masa depan bangsa ini tidak ada tawar menawar. “Itu kartu mati,” ujarnya.

Ditegaskan Habibie, siapapun yang nantinya akan memimpin dan sedang memimpin, maka ia tidak saja memimpin orang-orang yang memilihnya melainkan seluruh bangsa Indonesia. “Siapa saja yang nanti akan memimpin dan sedang memimpin, dia tidak memimpin yang memilihnya. Dia memimpin seluruh bangsa Indonesia,” tegasnya.

Ia mengingatkan, bahwa kita tidak boleh memberikan kesempatan bagi pihak manapun untuk melakukan perpecahan bangsa. “Kita tidak dibenarkan, tiap lima tahun, kita ada pemilihan presiden. Apa tidak mengambil risiko menghambat pembangunan? Mengambil risiko bahwa kita bisa diadu domba, pecah, dan sebagainya, enggak ada itu. Oke. Leadaan sekarang disamakan dengan keadaan tahun 1998, its not true,” tegas Habibie.

Menurut dia, apa pun yang terjadi dalam konstelasi politik saat ini sejatinya telah disepakati sendiri oleh masyarakat mekanismenya. Termasuk dalam penentuan calon-calon peserta Pilpres dalam pemilu langsung. “Ini ada masalah, lho dua orang, ada yang bilang sama saya, Pak kenapa hanya dua itu. Loh kamu yang tentukan mekanismenya, kalau enggak benar, mau lebih banyak silakan tentukan,” tuturnya.

Menurut dia, sejatinya Indonesia mempunyai alternatif sebagaimana pengalamannya yang telah mengalami tiga generasi sejak generasi 45. “Anda ini anak dari cucu intelektual semua. Nah kalau mau anggap saya berhasil, Anda juga harus lebih hebat daripada saya. Itu tolak ukurnya,” ucapnya.

Jadi di dalam hal ini, kata dia, ini pertama kalinya bagi Indonesia memiliki seorang presiden yang dipilih langsung oleh rakyat, di mana yang pertama kali dipilih langsung adalah SBY. Sementara para presiden sebelumnya masih dipilih melalui MPR sehingga dalam hal ini SBY masih berada pada generasi peralihan seperti dirinya. “Kalau Anda menjadi presiden kan tidak akan memihak yang memilih Anda saja kan, semua. dan kita tidak pernah SARA kan. Tidak ada di sini. Jadi saya rasa itu yang penting,” ujarnya.

Terpisah, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto mengaku akan memberikan hormat kepada calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, bila imbauannya kepada para pendukungnya agar tidak ada kekerasan dalam aksi damai dapat terwujud.”Kalau itu dilaksanakan, saya hormat betul kepada beliau (Prabowo, red),” kata Wiranto.

Pada video tersebut, tampak Wiranto diwawancarai oleh beberapa orang sebelum melaksanakan sahur di kediamannya, di Jakarta. Ia mengaku sudah mengetahui pesan yang disampaikan oleh Prabowo melalui akun twitternya itu. “Itu bagus itu, pernyataan beliau. Kan kira-kira bunyinya bahwa beliau menghendaki agar pendukungnya, pengikutnya itu sabar, kemudian menghentikan segala tindakan kekerasan. Bahwa aksi damai pun sementara itu dihentikan, taat hukum, kemudian juga mengajak aparat keamanan supaya bertindak arif,” kata Wiranto.

Hal itu, lanjut Wiranto, sesuai dengan anjuran Presiden Jokowi untuk membangun kerukunan, membangun kebersamaan dalam kehidupan berbangsa. “Dan saya ingat juga Pak SBY juga berikan apresiasi itu,” ujarnya.

Menurut dia, Prabowo Subianto juga akan tercatat dalam demokrasi Indonesia manakala imbauannya dapat dilaksanakan oleh para pendukungnya.Namun, tegas dia, jika ternyata masih ada pendukungnya yang berniat melakukan aksi anarkis, maka yang paling bertanggung jawab untuk menghentikannya adalah Prabowo sendiri. “Yang paling bertanggung jawab untuk menghentikan itu, hanya sang pemimpin, Pak Prabowo sendiri,” jelasnya.

Mantan Pangab ini juga berharap para pendukungnya mematuhi diinstruksikan Prabowo karena di bulan Ramadhan ini umat Islam dapat menciptakan suasana damai dan tenang. “Mari kita doakan kepada Allah SWT agar yang terjadi adalah yang terbaik untuk bangsa Indonesia. Itu kita harapkan semua,” tuturnya. (ful/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here