Guru Terdampak Bencana Dapat Tunjangan

31
Foto : Iwan tri wwahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWORK : Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Nadiem Makarim mendengarkan pertanyaan dari anggota dewan saat rapat kerja (Raker)dengan Komisi X DPR RI di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta (Kamis (12/12/2019).

JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) , Nadiem Makarim menyatakan bahwa pihaknya akan memberi tunjangan ekstra kepada guru-guru yang terdampak bencana selama 3 bulan.

Pernyataan itu dilontrakan Nadiem, ketika mengunjungi Sekolah Dasar Negeri Cirimekar 02, Cibinong, Bogor Jawa Barat pada Senin (06/01/2020) yang mengalami musibah roboh akibat dampak curah hujan yang tinggi.

“Kami sudah berencana akan melakukan tunjangan khusus bagi guru yqng terdampak banjir dan hujan, diberikan selama 3 bulan,” kata Nadiem, Senin (06/01/2020), lalu.

Menurut Nadiem, diberikannya tunjangan ini karena dinilai kesejahteraan guru adalah hal yang sangat penting.

“Saat ini masa transisi, sangat sulit untuk bantu orangtua dan anaknya beradaptasi terhadap bencana. Maka kami beri tunjangan ekstra,” terangnya.

Meski begitu, Nadiem belum bisa memastikan jumlah tunjangan guru tersebut. Terlebih kata dia, tunjangan profesi kepada guru terdampak banjir juga tetap akan diberikan.

“Pada saat ini belum disebut angkanya tepatnya berapa tapi akan menjadi tunjangan yang signifikan kepada guru,” ujarnya, seperti dikutif dari FIN (Grup Radar Garut).

Hingga saat ini, selain di DKI Jakarta, saat ini tim Kemdikbud tengah melakukan peninjauan dan pendataan sekolah terdampak banjir di wilayah Kota Tangerang, Tangerang Selatan, Bekasi, Depok, dan Bogor, serta Kabupaten Bekasi, Bogor, Lebak, dan Bandung Barat.

“Selain sekolah, tim juga melakukan pendataan siswa, guru, dan tenaga kependidikan terdampak bencana banjir,” ucapnya.
Sementara itu terhadap SDN 02 Cirimekar Bogor yang ambruk, karena bencana Nadiem memberikam sejumlah bantuan berupa seragam sekolah, alat tulis buku, dan perlengkapan lainnya.

Menurutnya, ada banyak sekolah yang terdampak bencana banjr di Jabodetabek, namun dirinya belum dapat memastikan berapa jumlahnya.

“Ada lumayan banyak sampai sekarang, tapi itu ada yang terdampak banjir saja dan ada yang terdampak seperti ini (ambruk) karena hujan angin, tapi belum terdata totalnya,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Entis Sutisna menyatakan bahwa sekolah SDN Cirimekar 02 pada tahun 2020 merupakan salah satu sekolah yang masuk daftar rehabilitasi. Namun, saat ini masih menunggu proses lelang yang tengah berlangsung hingga sekarang.

“Setelah nanti masuk proses lelang dan selesai, insyaallah bulan maret itu sudah ada pembangunan. Pembangunan akan memakan waktu 100 hari,” katanya.

Sementara itu, total kerugian robohnya bangunan sekolah diperkirakan mencapai Rp882 juta. Namun kemungkinannya, total kerugian berpotensi lebih dari itu, sebab belum termasuk fasilitas lainnya yang ikut rusak.

“Estimasi dari gedung saja sekitar Rp882 juta. Itu belum IT segala macam,” kata Kepala Sekolah SD Negeri Cirimekar 02 Cibinong, Kabupaten Bogor, Siti Choeriah.

Siti menyebutkan, satu unit gedung yang roboh ini terdiri dari lima ruang, yakni tiga ruang kelas (4,5,6), satu ruang guru dan satu ruang IT. Kerugian tersebut belum termasuk properti yang ada di dalamnya, seperti ruang IT.
“Lima set komputer dan dua AC di ruang guru dan ruang IT, lemari, proyektor,” ujarnya

Atas peristiwa ini, lanjut Siti, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) SDN Cirimekar 02 sementara akan dipindahkan ke SDN Cirimekar 01, Cibinong, Kabupaten Bogor.

“Nantinya, KBM dilaksanakan secara bergilir dengan siswa tuan rumah, sementara siswa SDN Cirimekar 02 sekolah mulai siang hingga sore hari,” jelasnya.

“Masuk sekolah siang 12.00-16.00 WIB. Dua tiga hari awal ini untuk have funanak-anak saja sambil kami mengurus kepindahan. Kamis paling cepat kami mulai pindah,” pungkasnya. (der/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here