Golkar-Gerindra 8 Kursi, PDIP Anjlok, Nasdem Kehilangan Kursi

463
Rapat pleno rekapitulasi suara KPU Garut yang selesai Kamis dini hari (2/5). (MUHAMAD ERFAN/RADAR GARUT)

Wajah Baru Dominasi Parlemen Garut

RadarPriangan.com, GARUT – Rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2019 di Kabupaten Garut selesai pada Kamis (2/5) dini hari. Ketua KPU Garut, Junaidin Basri mengatakan, proses tersebut selesai pada pukul 03.00 WIB.

Rapat pleno sempat diwarnai aksi protes dari perwakilan Partai Demokrat, PKS dan PPP karena ada perbedaan selisih suara, namun hal itu selesai dengan dibukanya surat suara.

“Rekapitulasi sudah tak ada masalah. Akhirnya juga meminta maaf dan sudah menerima hasil pleno. Kami juga sempat membuka kotak suara untuk membuktikan protes itu,” kata Junaidin kepada wartawan di Gedung Intan Balarea.

Junaidin menambahkan, tingkat partisipasi pemilih di Kabupaten Garut pada Pemilu 2019 mencapai 80,3 persen. Jumlah itu meningkat dibanding Pemilu periode lalu. Selain itu, di Garut pun tidak ada pemungutan suara ulang.

“Meningkatnya partisipasi ini dipengaruhi isu Pilpres serta publikasi yang cukup masif,” katanya.

Dari hasil perhitungan pemilihan presiden, Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sapu bersih suara di Garut dengan raihan suara 72,16 persen. Sementara capres cawapres nomor urut 01 hanya meraih 27,84 persen.

Sementara untuk pemilihan legislatif (Pileg), sejumlah nama diyakini lolos ke parlemen. Untuk kursi di DPRD Kabupaten Garut kemungkinan besar akan diisi oleh wajah baru karena banyak para incumben (petahana) tumbang.

Partai Golongan Karya (Golkar) keluar sebagai pemenang Pemilu di Garut dengan raihan 226.673 suara atau mengisi 8 kursi. Dengan hasil itu, maka Kursi Ketua DPRD Kabupaten Garut akan diisi oleh perwakilan Partai Golkar.

“Untuk posisi Ketua DPRD biasanya dia yang sudah menjabat satu periode, bisa memimpin, masuk unsur pimpinan di partai. Sedang raihan suara terbesar jadi pertimbangan,” kata Wakil Ketua Bappilu Partai Golkar, Deden Sofyan kepada wartawan di markas DPD Golkar Garut.

Untuk posisi wakil ketua DPRD Garut kemungkinan diisi Partai Gerindra (216.187 suara untuk 8 kursi). Ketua DPC Gerindra Garut, Enan, mengatakan, kemenangan partainya cukup dibantu dengan munculnya Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di Pilpres.

“Garut menjadi basis Prabowo-Sandi di Pilpres, Prabowo-Sandi meraih suara 72,16 persen. Itu memberi dampak terhadap suara Gerindra di Garut, selain itu ada kerja partai juga,” kata Enan.

Terpisah, Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Garut, Dadan Hidayatulloh, mengatakan, tingginya suara PKB tidak lepas dari basis ulama termasuk Nahdlatul Ulama yang ada di Garut.

“Ini pun tidak lepas dari kesigapan dan kecerdikan para kader simpatisan untuk mendapatkan kantong suara di Garut,” kata Dadan.

Partai Persatuan Pembangunan (156.000 suara untuk 7 kursi) dan kemudian Partai Kebangkitan Bangsa (149.307 suara untuk 6 kursi).

Posisi kelima disusul Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan raihan 136.945 suara untuk 5 kursi, Keenam ditempati Partai Demokrat dengan 123.459 suara atau cukup untuk 5 kursi.

Peringkat ketujuh Partai Amanat Nasional (PAN) dengan raihan 119.570 suara atau mendapatkan 5 kursi. Kedelapan, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dengan raihan 102.242 suara atau mendapatkan 5 kursi.

PDI-P menjadi salah satu partai yang mengalami penurunan suara maupun kursi di DPRD Garut. Periode 2019 – 2024 partai yang pemenang Pemilu di tingkat nasional itu kemungkinan tidak memiliki wakil ketua DPRD Garut seperti periode sebelumnya. Posisi PDI-P digeser Gerindra yang tengah naik daun.

“Kita memang sedang turun, salah satu indikator penurunan kami di Garut termasuk di Jawa Barat adanya tsunami hoax yang menimpa PDI-P, baik itu isu PKI, sara dan lainnya,” kata Wakil Ketua DPC PDI-P, Yudha Puja Turnawan.

Partai Hanura dimungkinkan mendapat jatah 1 kursi dari dapil 3, kursi Hanura di parlemen alami penurunan drastis karena kehilangan 3 kursi.

Sedangkan Partai Nasdem dimungkinkan tidak memiliki kursi di parlemen setelah suara kumulatif partai besutan Surya Paloh di tiap dapil itu tidak bisa bersaing dengan partai lainnya.

Kursi parlemen di Garut kemungkinan besar akan diisi oleh wajah baru. Jika merujuk hasil rapat pleno KPU Garut, beberapa nama petahana tidak akan lolos. Sebut saja Anne Nurjanah (Golkar), Cucu (Golkar), Asep D Maman (PPP), Aay (PKB).

“Kemungkinan besar wajah baru banyak yang masuk Parlemen,” kata Enan. (erf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here