Giliran Staf Khusus Menag Diperiksa, Dalami Pengurusan Jabatan Haris Hasanuddin

118

RadarPriangan.com, JAKARTA – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menghadirkan seorang Staf Khusus Menteri Agama bernama Gugus Joko Waskito. Gugus diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kemenag.

Bedasarkan informasi pemeriksaan, Gugus diperiksa bagi tersangka Kakanwil Kemenag Jawa Timur, Haris Hasanuddin. Sementara, pada kesempatan yang sama, penyidik juga memeriksa Haris sebagai saksi bagi tersangka mantan Ketum PPP Romahurmuziy alias Rommy.

Usai menjalani pemeriksaan, Gugus tak berbicara banyak. Ia hanya menjelaskan, penyidik mencecarnya dengan 10 pertanyaan yang intinya mengenai tugas pokok dan fungsi dirinya sebagai stafsus menteri.

“Ada 10 pertanyaan ya. (Tentang) tugas pokok dan fungsi stafsus. Sama dengan teman-teman saya yang kemarin,” ujar Gugus di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (12/4).

Gugus mengaku tidak tahu menahu soal skandal pengisian jabatan yang menyalahi aturan tersebut. Bahkan, sebagai staf yang bekerja untuk Menteri Lukman Hakim Saifuddin, dirinya menyatakan tidak mengetahui soal polemik uang honor yang disebut disita oleh penyidik KPK.

Gugus mengaku telah menjelaskan segala apa yang diketahuinya kepada penyidik. “Enggak tahu saya. Tanya Pak Menteri dong, saya enggak tahu. Kalau materi (pemeriksaan), (tanya) sama penyidik,” terangnya.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah memaparkan, penyidik memeriksa Gugus guna mengonfirmasi permintaan tersangka (Haris Hasanuddin) terkait pengurusan jabatan di Kemenag. Selain memeriksa Gugus, penyidik juga menggelar pemeriksaan lain di Surabaya, Jawa Timur.

Pemeriksaan tersebut menghadirkan enam saksi yang berasal dari unsur Kepala Kantor Kemenag Lamongan dan Surabaya, serta Pegawai Negeri Sipil di Kantor Kemenag Jawa TImur. Pemeriksaan digelar di Kantor Ditreskrimsus Polda Jawa Timur.

“Pemeriksaan digelar untuk mendalami informasi dugaan aliran dana untuk tersangka RMY (Romy) dan pendalaman soal seleksi jabatan untuk tersangka MFQ (Kepala Kantor Kemenag Gresik Muhammaf Muafaq Wirahadi),” jelas Febri.

Dalam perkara ini, Romahurmuziy ditetapkan sebagai tersangka. Selain Romy, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya. Yaitu Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi.

Penetapan ketiga tersangka itu berdasarkan kegiatan operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar Tim Satgas Penindakan KPK di Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat (15/3) pagi. Dalam OTT itu, KPK berhasil mengamankan total enam orang dan barang bukti berupa uang senilai Rp156.758.000.

Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif menuturkan, Romy diduga menerima uang sebesar Rp250 juta dari Haris Hasanuddin dan Rp50 juta dari Muhammad Muafaq Wirahadi. Uang tersebut diduga diserahkan untuk pengurusan proses seleksi keduanya dalam seleksi jabatan di Kemenag.

Atas perbuatannya, sebagai pihak penerima, Romy disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebagai pihak pemberi, Haris Hasanuddin disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Tipikor. Sedangkan Muhammad Muafaq Wirahadi yang juga berstatus sebagai pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (riz/ful/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here