‘Gempa’ di Ramayana, Sejumlah Orang Luka

219
SIAGA BENCANA: Simulasi penanganan kebencanaan oleh BPBD Garut, dilaksanakan di Ramayana Mall Garut, dalam peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional, Kamis (25/4). (IQBAL GOJALI/RADAR GARUT)

Simulasi di Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional

RadarPriangan.com, GARUT – Ramayana Mall Garut, digoyang gempa 7,6 skala richter, Kamis (25/4) tepat di hari peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional. Sejumlah orang yang berada di dalam mal menjadi korban jiwa dan luka akibat gempa yang terjadi itu.

“Kita mensimulasikan bencana gempa di gedung bertingkat di Kabupaten Garut, termasuk di dalamnya manajeman operasi dan evakuasinya. 25 April ini merupakan hari kesiapsiagaan bencana Nasional,” kata Tubagus Agus Sofyan, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada BPBD Kabupaten Garut.

Dalam simulasi sendiri, kata Tubagus, memang dilakukan berbagai kegiatan evakuasi, mulai pengakutan korban jiwa dan luka di dalam gedung hingga di atas gedung. Dalam hal ini pihaknya menggandeng sejumlah unsur, mulai TNI, Polri, BPBD, Disdamkar, Dishub, Tagana, PMI, potensi SAR, dan lainnya.

Simulasi penanganan bencana, di Ramayana Mal Garut, Kamis (25/4). (IQBAL GOJALI/RADAR GARUT)

Ia menyebut bahwa memang dalam menyikapi bencana seluruh unsur, termasuk didalamnya masyarakat harus terlibat dalam menyikapinya.

“Persoalan bencana ini BPBD hanya sebagai leading sektornya saja, tapi tentunya membutuhkan berbagai pihak juga untuk hal lainnya di lapangan,” katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Garut, Dadi Zakaria menyebut bahwa penanggulangan bencana memang harus dilakukan secara terpadu. Tiga unsur harus terlibat, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat.

Oleh karenanya, dalam memeringati hari kesiapsiagaan bencana Nasional, sebelum simulasi dilakukan apel kesiapsiagaan di halaman Ramayana Mal Garut. Hal tersebut merupakan bagian dari kontribusi dunia usaha dalam menyikapi bencana

“Ke depan kita akan terus menggelar simulasi, khususnya simulasi di gedung-gedung yang ketinggiannya lebih dari sayu lantai,” katanya.

Bupati Garut Rudy Gunawan menyebut bahwa Garut harus senantiasa siap dengan berbagai risiko bencananya. Hal ini dikarenakan Garut paling tinggi resiko bencananya, dan bermacam-macam bencana ada di Garut.

“Oleh karenanya tentu kesiapsiagaan harus dilatih dan dipersiapkan. Ke depan APBD kita akan memperbanyak pembentukan desa tangguh agar masyarakatnya sadar bencana,” ucapnya.

Selain itu, Bupati pun berharap agar BPBD Garut semakin memiliki manajemen yang baik karena hal yang diuruskannya berkaitan dengan kemanusiaan. Hal lainnya yang ia soroti adalah terkait pelatihan SAR di daerah dengan harapan ada percepatan proses penyelamatan.

“Namun kaitannya dengan bencana ini harus diselesaikan oleh siapapun. BPBD hanya unsur pemerintah, dan tentu dalam hal ini perlu sinergitas lintas sektor, termasuk di dalamnya dunia usaha,” katanya. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here